KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Menyongsong Porprov VIII Jatim September mendatang, Pengkab Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Mojokerto tak sekadar menggelar latihan intensitas tinggi. Tim pelatih telah menyiapkan sejumlah strategi untuk kembali menyabet medali di ajang bergengsi tersebut. Meski begitu, persiapan tim proprov terus ditingkatkan seiring perkembangan kekuatan lawan.
Seiring dengan padatnya program latihan yang dilakoni, tim sepak takraw Bumi Majapahit sudah melakukan pemetaan kekuatan lawan. Saat ini, tim sepak takraw dengan kemampuan mumpuni tak hanya dimiliki kota-kota besar layaknya Surabaya dan Sidoarjo. ”Kita sudah petakan, kekuatan lawan ini mereta hampir seluruh daerah. Seperti Blitar, Probolinggo, Pasuruan, ini sekarang juga bagus. Jadi saat ini kita betul-betul perhitungkan kemampuan lawan,” ungkap ofisial tim sepak takraw Kabupaten Mojokerto Alviki Yustria Jainuri.
Pemetaan kekuatan lawan tersebut dilakukan seiring adanya sejumlah laga uji coba dan kompetisi yang digelar belakangan ini. Namun begitu, tim pelatih telah meracik sejumlah strategi guna memenangi setiap laga di ajang multievent tersebut. Meski, di edisi porprov tahun ini tim sepak takraw putra dipastikan tidak turun lantaran dinilai masih belum siap bersaing. ”Tim putri kita sudah siap. Kita juga turunkan atlet veteran (porprov tahun lalu) yang sudah pengalaman semua,” bebernya.
Saat ini, lanjut Alviki, tim putri sepak takraw dipastikan dalam kondisi yang baik untuk bersaing di porprov. Dengan menu dan porpsi latihan yang kian intens, mereka disiapkan untuk bertarung di tiga nomor pertandingan berbeda. Yakni, nomor inter regu putri, double event, dan quadrant putri. ”Secara teknik maupun fisik, saat ini mereka sudah siap,” sebutnya.
Pihaknya optimis, tim asuhan Ari Setiawan ini mampu kembali menyabet medali layaknya edisi sebelumnya. Yakni satu perunggu di nomor inter regu putri. ”Peluang tentu terbuka dan kita terus berusaha tampil semaksimal mungkin. Harapan kami nanti kita bisa amankan medali lebih dari perunggu,” tandas Alviki. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah