Pelatih cabor menembak Kabuapaten Mojokerto Sahurun mengatakan, hal tersebut sudah dilakukannya sejak intens mempersiapkan 13 penembak akhir tahun lalu. Hal tersebut lantaran belum tersedianya lapangan tembak indoor untuk latihan nomor ARM 10 meter. ”Sejauh ini belum ada lapangan tembak indoor ARM 10 meter di sini. Jadi selama ini kita latihannya di lapangan tembak milik Kodam V Brawijaya. Kita sudah koordinasikan dengan Kodam,” ungkapnya.
Sejauh ini, para atlet menembak Kabupaten Mojokerto memanfaatkan lapangan tembak outdoor Polres Mojokerto untuk berlatih nomor WRAB dan multi range. Sahurun menerangkan, dari ketiga nomor menembak tersebut sejatinya memiliki karakteristik lapangan dan tantangan yang berbeda-beda. Untuk nomor ARM 10 meter, lanjutnya, mesti digelar di lapangan indoor tanpa adanya gangguan cuaca berangin.
”(Nomor ARM 10 meter) nggak bisa kita paksakan latihan di lapangan outdoor seperti di Polres. Soalnya memang beda, baik perlengkapannya sampai karakteristik lapangannya,” bebernya. Meski latihan yang dilakukan harus ke luar kota, pihaknya dan para penembak tidak begitu mempersoalkan kondisi tersebut. Sebab, Pengkab Perbakin fokus mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian prestasi di gelaran porprov sebelumnya. Yakni, satu medali emas dan satu medali perungu.
Apalagi, scoring yang dilakukan tim pelatih sejauh ini menunjukkan kemampuan para penembak yang sudah relatif baik. Walau begitu, seleksi berjalan terus berlangsung hingga masa pendaftaran porprov dibuka nanti. Yang biasanya, setiap nomor menembak diisi tiga atlet dari masing-masing daerah peserta. ”Grafik penilaian scoring sementara ini, mereka semua sudah bagus-bagus. Menurut saya, mereka sudah layak (naik) podium (lagi) nanti,” ucapnya optimis. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah