Kepengurusan baru The Lasmojo tersebut resmi diumumkan Sabtu (11/2). Raja Siahaan menggantikan posisi Firman Efendi yang kini menjadi Penasihat PSMP. Ada sejumah faktor yang melandasi proses kerja sama yang dilakukan jelang lanjutan Liga 3 tersebut. Salah satunya, Raja berkomitmen mengembangkan dunia sepak bola Mojokerto sekaligus tidak memindahkan PSMP dari Bumi Majapahit.
Apalagi, sepak bola merupakan olahraga yang digemarinya sejak lama. ”Dulu memang cita-cita saya ingin jadi pemain sepak bola, tapi gagal. Jadi, ya setidaknya bisa berkontribusi mengembangkan sepak bola dengan punya tim yang bisa dibanggakan masyarakat,” ujarnya saat konferensi pers di Mandiri Futsal II, Sabtu (11/2).
Komitmen dan keseriusannya untuk membesarkan dunia sepak bola membuat Firman Efendi membuka lebar kesempatan kerja sama tersebut. Upaya mengembalikan nama besar PSMP pun dibarengi dengan target jangka panjang yang menjadi impian klub sepak bola se-Indonesia. Yakni, menjuarai Liga 1.
”Target kita, 10 tahun mendatang PSMP bisa juara di Liga 1. Jelas, 10 tahun itu bukan waktu yang pendek bagi klub.Prinsipnya, setiap tahun harus lebih baik dari tahun sebelumnya sebagai salah satu target jangka pendeknya,” bebernya.
Mengusung slogan wayahe bangkit, ada sejumlah upaya yang dipersiapkan manajemen untuk meraih target jangka panjang tersebut. Ia berkomitmen bakal konsisten mengikutsertakan PSMP dalam kompetisi resmi PSSI. Tak sampai disitu, PSMP juga bakal fokus melakukan pembinaan sepak bola usia muda di Bumi Majapahit.
”Jadi kita harus punya fondasi untuk target jangka panjang itu. Kita bisa mulai dengan menggerakkan sepak bola usia muda dulu. Nah, salah satunya nanti melalui Mojopahit Super Liga. Yang nantinya, jadi bagian dari agenda Askab PSSI Mojokerto,” ucap pria asal Surabaya itu. Upaya memunculkan bibit-bibit pemain sepak bola berkualitas di Mojokerto itu sudah dilakoninya di lingkup AC Majapahit. Sejumlah kontribusi dalam dunia sepak bola itulah yang membuat Firman Efendi membuka peluang kerja sama dengan bos Patriots Group tersebut untuk bersama-sama membesarkan nama PSMP.
”Sebelumnya memang banyak pihak yang mendekat. Tapi saya lihat track record mereka masing-masing. Kita komunikasikan dengan elemen suporter juga. Ternyata beliau ini yang cocok karena berkontribusi besar di sepak bola Mojokerto,” sebut Firman yang kini sebagai Penasehat PSMP itu. Walau begitu, Firman masih belum bisa menjelaskan detil soal kepemilikan PT Semangat Mojokerto Putra. ”Yang jelas beliau sudah jadi bagian dari PSMP. Namun besaran kepemilikan sahamnya masih perlu kita rundingkan lebih lanjut lagi,” tandasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Askab PSSI Mojokerto KH Fathur Rohman mengatakan, PSSI menyambut baik adanya pembaruan di tubuh PSMP melalui proses kerja sama tersebut. Sehingga, hal tersebut diharapkan mampu kembali menggaungkan dunia sepak bola Mojokerto. ”PSMP harus bangkit dengan warna yang beda. Bangkitnya PSMP ini diharapkan bisa mengembalikan gairah sepak bola Mojokerto,” ujarnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah