Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dua SSB Kabupaten Mojokerto Sambatan Minimnya Support

Fendy Hermansyah • Jumat, 3 Februari 2023 | 18:57 WIB
SIAP TANDING: Sejumlah pemain ASB Bouroq FC U13 tengah melakukan persiapan sebelum bertanding di Piala Soeratin Jatim 2023 di Banyuwangi. (dok SSB Bouroq for JPRM)
SIAP TANDING: Sejumlah pemain ASB Bouroq FC U13 tengah melakukan persiapan sebelum bertanding di Piala Soeratin Jatim 2023 di Banyuwangi. (dok SSB Bouroq for JPRM)
Wakili Kabupaten Mojokerto di Piala Soeratin Jatim

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua tim sekolah sepak bola (SSB) asal Kabupaten Mojokerto berangkat ke Banyuwangi untuk berlaga di Piala Soeratin Jatim 2023. Namun, keberangkatan SSB yang membawa nama daerah di ajang bergengsi tersebut dibarengi dengan kabar minimnya perhatian dan support dari pemda.

Puluhan pemain sepak bola usia remaja tersebut berlaga di luar daerah dengan kondisi seadanya. Kedua tim tersebut adalah Akademi Sepak Bola (ASB) Bouroq FC U13 dan SSB Palupi FC U15. Didampingi ofisial tim, sekitar 39 pemain berangkat ke Banyuwangi mewakili Kabupaten Mojokerto, Selasa (31/1). Itu setelah mereka memenangi Piala Soeratin putaran daerah yang digelar Askab PSSI Kabupaten Mojokerto akhir tahun lalu.

Meski kini tengah melakoni turnamen, keberangkatan dua tim SSB tersebut diiringi kabar minimmya dukungan dari Pemkab Mojokerto. Para pemain dan ofisial berangkat berlaga ke Kota Pisang membawa nama daerah dengan hasil iuran mandiri. Praktis, persiapan akomodasi bagi para pemain muda tersebut dinilai ala kadarnya.

’’Kita berangkat dengan iuran sendiri, jadi ya seadanya. Sejauh ini belum ada support dari pemda. Beda dengan tim lain yang berangkat didukung pemdanya. Seperti Kota Mojokerto atau Jombang,’’ ungkap Sekretaris Askab PSSI Mojokerto Deni Mustofa, setelah menerima keluhan orang tua pemain.

Deni mengatakan, masing-masing pemain setidaknya urunan sekitar Rp 1 juta untuk bertahan di Banyuwangi selama sepekan. Itu diproyeksikan untuk melakoni laga fase grup Piala Soeratin Jatim. Tim ASB Bouroq FC Mojokerto U13 tergabung dalam Grup C bersama Persekam Metro FC Malang, Elang Putih Batu, dan, Bhayangkara FC Surabaya. Sedangkan Palupi FC U15 bersaing dengan Ketapang FC Banyuwangi, Sidogres Gresik di Grup A. Tingginya ongkos tersebut dinilai membuat sejumlah pemain memilih tidak berangkat.

’’Dari ASB Bouroq FC Mojokerto U13 ada 24 pemain dan SSB Palupi U15 Cuma 15 pemain. Jumlah pemainnya Palupi minim, kabarnya banyak yang tidak berangkat karena keberatan ongkosnya,’’ ucap pria yang juga sebagai Ketua Umum ASB Bouroq FC itu. Pihaknya mengaku telah mengkoordinasikan kondisi tersebut bersama jajaran pengurus Askab PSSI Mojokerto. ’’Dari Askab PSSI sendiri, kami sudah koordinasikan dengan internal. Dan memang sudah tidak ada anggaran, salah satunya untuk fokus porprov nanti. Jadi, murni hasil mandiri,’’ tambahnya.

Apalagi, lanjut Dani, keran sponsorship sejumlah SSB di pelosok desa layaknya Bouroq dan Palupi tidak begitu lancar layaknya SSB di wilayah sentral. Kerap kali, mereka mendapat dukungan dari beberapa pihak berupa perlengkapan sepak bola. Tak lain karena anggaran masing-masing SSB yang terbatas. ’’Karena anggaran terbatas, jersey antara kiper satu dan dua beda warna dan motif. Satu orange terang, satu agak gelap. Syukur dibolehkan setalah kami konfirmasi ke panitia, karena seperti itu bisa di diskualifikasi. Ada sponsor, tapi karena SSB daerah seperti ini ya maksimal bantu barang seperti bola ataupun rompi,’’ terangnya.

Selama di Banyuwangi, para pemain dan ofisial masing-masing tim menyewa satu rumah untuk disinggahi selama kompetisi. Hanya saja, akomodasi di sana sebatas ala kadarnya. ’’Sewa satu rumah, tapi mereka ya keruntelan tidur cuma pakai tikar. Nggak tahu nanti kalau lolos fase grup gimana, mungkin ya cari-cari bantuan,’’ paparnya.

Pihaknya berharap, pemkab memberi perhatian untuk mendukung para pemain berlaga di Piala Soeratin Jatim 2023 yang membawa nama daerah. Dimana dukungan tersebut dinilai jadi suntikan moril tersendiri bagi para pemain untuk bertanding dengan maksimal. ’’Harapan kami ya supaya ada dukungan dari Pemkab, apalagi kita bertanding bawa nama daerah. Kemarin kami sudah berupaya dengan menyurati bupati, diarahkan ke dispora, dan belum ada hasil,’’ tandas Deni.

Terpisah, Kadisbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito menyebut telah menerima perwakilan SSB, Senin (30/1). Namun, pihaknya menyayangkan pihak SSB yang tidak terus terang menyampaikan harapannya pada pemkab untuk bertanding di Piala Soeratin Jatim.

Justru, SSB menyampaikan agar Disbudporapar mendukung pembinaan pemain dukungan perlengkapan sepak bola. ’’Jadi dukungan untuk pembinaan itu kami sesuaikan di P-APBD nanti. Mestinya terus terang pada kami, setidaknya kemarin langsung kami sampikan ke bupati untuk menyesuaikan anggaran. Kalaupun bupati mengarahkan untuk support mereka, ya kami support,’’ ujar Norman. (vad/fen)


Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #sepak bola #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #sekolah #ssb #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde