Sekretaris Umum Pengkab Perbakin Mojokerto, Elida Nur Aini mengatakan, proses latihan sengaja dibagi dua agar daya saing 13 penembaknya kian bertambah. Khususnya di kategori air rifle match (ARM) yang sengaja ditempatkan di lapangan indoor Kodam V Brawijaya karena fasilitasnya yang tersedia lengkap. Sehingga dapat meningkatkan performa dan kualitas skill anak asuhnya selama masa persiapan berjalan.
’’Latihan intensif sudah kami mulai sejak Desember setiap akhir pekan. Lokasinya, kami bagi dua tipe, di lapangan Polres Mojokerto di Mojosari untuk kategori wrab dan multirange, sementara untuk ARM kami tempatkan di lapangan indoor Kodam V Brawijaya,’’ ujarnya.
Tidak sekadar latihan biasa, Elida juga menerapkan scoring di setiap atlet saat latihan. Tujuannya tak lain agar kemampuannya bisa terbaca dan dievaluasi berdasarkan tolak ukur yang sudah ditetapkan.
Scoring ini sekaligus untuk memetakan potensi medali yang akan diraih di Porprov mendatang. ’’Kami adakan scoring agar mudah dievaluasi sejauh mana kemampuannya,’’ tegasnya. Sebagai tuan rumah pertandingan, 13 penembak juga terus dituntut mampu bersaing di sejumlah kejuaraan, baik level provinsi maupun nasional. Tuntutan tersebut agar mental dan pengalamannya semakin bertambah. sehingga saat turun di Porprov nanti, mereka sudah siap dalam persaingan perebutan medali.
’’Sudah banyak kejuaraan-kejuaran yang diikuti oleh anak-anak untuk mencari jam terbang. Kelas wrab 25 dan multirange sudah dua kali kejurnas yang diikuti. Sementara Air rifle match sudah tiga kali kejurnas,’’ tambahnya.
Di Porprov VIII nanti, lapangan tembak Yonif Para Raider 503 Mojosari kemungkinan besar akan dijadikan venue pertandingan. Artinya, tuntutan persembahan medali juga akan semakin tinggi. Sehingga perlu upaya lebih agar prestasi yang diraih sepadan dengan statusnya sebagai tuan rumah. ’’Semoga di Porprov besok, kami sebagai tuan rumah bisa diberi kesempatan tampil sebanyak-banyaknya atlet dan tidak dibatasi,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah