Sebelum seleksi digelar, AFK berkoordinasi dengan KONI dan Askot PSSI Mojokerto sebagai induk organisasi. Koordinasi sebagai bentuk pemberitahuan adanya perubahan regulasi yang cukup mempengaruhi proyeksi komposisi kontingen Kota Mojokerto ke depan. Setelah itu, baru AFK merapatkan barisan bersama tujuh klub anggota dalam merancang sistem seleksi.
’’Untuk agenda seleksi akan dirapatkan pengurus dan klub anggota Kota Mojokerto dalam waktu dekat. Mungkin ada beberapa usulan dari klub untuk melengkapi inventarisir data pemain hasil turnamen pelajar yang akan diseleksi,’’ ujar Ketua AFK Mojokerto, Cornelius Candra kemarin. Tak dipungkiri, perubahan batasan usia secara tiba-tiba memaksa AFK harus membubarkan tim yang sudah dibentuk.
Yang mana, 15 pemain usia dibawah 21 tahun yang telah dipilih dan digembleng sejak Agustus 2022 lalu dipastikan tak bisa turut andil di Porprov nanti. Mengingat batasan usia yang ditetapkan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) adalah di bawah 18 tahun dengan merujuk batasan usia yang ditetapkan di PON XXI Aceh-Sumatra Utara.
’’Dengan adanya regulasi usia Porprov yang merujuk regulasi PON, Otomatis akan diadakan seleksi ulang disesuaikan dengan regulasi yang sudah ditetapkan,’’ tambahnya. Sesuai surat AFP nomor 108 /AFP-JATIM/XII/2022, batasan usia pemain futsal putra Porprov VIII Jatim nanti adalah maksimal 18 tahun, atau maksimal kelahiran 1 Januari 2005.
Sementara, di sektor putri, maksimal usia 23 tahun atau kelahiran 1 Januari 2000. AFK sendiri sejatinya sudah memiliki beberapa pemain yang terinvetarisir dari hasil kompetisi antarpelajar tingkat SMP Desember 2021 lalu. Jika disesuaikan dengan kondisi saat ini, maka rata-rata usia pemain tersebut kini sudah menginjak angka 17 tahun.
Sehingga dianggap cukup mumpuni untuk dibentuk menjadi tim tangguh yang siap membela Kota Onde-Onde di Porprov yang digelar September. ’’Khususnya sektor putra yang maksimal kelahiran tahun 2005. Kami menyesuaikan saja,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah