Ketua Umum Pengkab IPSI Mojokerto, Samsul Muarifin mengatakan, sistem promdeg masih sangat efektif dalam melahirkan atlet yang berkualitas. Meski memakan waktu yang cukup lama, namun hasil yang didapat dinilai sangat memuaskan. Bahkan, sistem promdeg masih diterapkan di hampir semua daerah di Jawa Timur (Jatim).
’’Kami masih memakai sistem lama dengan TC jangka panjang. Jadi, pesilat yang terjaring berdasarkan konsistensinya dalam berlatih, yang paling kuat dan dominan, dialah yang dipilih. Karena silat banyak mengandalkan kekuatan fisik, atlet yang siaplah yang akan dipilih,’’ ujarnya. Kebutuhan 50 pesilat diakui Samsul berdasarkan komposisi nomor dan kelas yang akan dipertandingkan.
Dengan asumsi, mulai kelas A sampai G yang masing-masing bisa diisi minimal 4 pesilat putra/putri. Mereka kemudian diminta untuk berlatih bersama dengan program yang sudah dirancang. Nah, untuk bisa mendapatkan pesilat potensial sebanyak itu, Samsul tak segan menurunkan tim untuk blusukan ke sejumlah perguruan. Program ini sekaligus untuk melihat perkembangan silat sebagai cabor prestasi.
’’Minimal diisi 4 pesilat putra dan 4 pesilat putri di masing-masing nomor dan kelas,’’ ujarnya. Tidak hanya itu, Pengkab IPSI juga masih akan mempertahankan sejumlah atlet Porprov VII kemarin. Khususnya yang usianya masih berpeluang tampil di Porprov VIII.
Mereka akan diikutsertakan dalam persaingan sesuai dengan kebutuhan selama program TC berjalan. ’’Masih ada 4 pesilat lama yang usianya masih bisa ikut di Porprov VIII, mereka akan kami ikutsertakan juga,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah