Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Status 25 Pemain Belum Aman, Berpotensi Masih Tambal Sulam

Fendy Hermansyah • Selasa, 23 Agustus 2022 | 19:19 WIB
BERPACU DENGAN WAKTU: Pemain Persem Mojokerto saat menjalani seleksi terbuka di lapangan Panggreman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Sabtu (20/8).
BERPACU DENGAN WAKTU: Pemain Persem Mojokerto saat menjalani seleksi terbuka di lapangan Panggreman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Sabtu (20/8).
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Berakhirnya masa seleksi terbuka tak lantas mengamankan posisi 25 pemain yang terpilih di skuad Persem Mojokerto. Manajemen masih membuka peluang pencoretan dan penambahan pemain yang akan didaftarkan dalam komposisi tim Laskar Damarwulan di Liga 3 musim 2022. Sistem tambal sulam menjadi pilihan efektif manajemen dalam mengatasi keterbatasan waktu pembentukan tim yang tinggal satu setengah bulan ke depan.

Wakil manajer Persem Mojokerto, Sigit Eko Pramono mengatakan, 25 pemain yang terpilih dalam seleksi terbuka, Jumat-Sabtu pekan lalu hanyalah gambaran besar komposisi tim yang akan didaftarkan ke Asprov PSSI Jatim. Mereka masih diproyeksikan mengisi skuad tim yang akan menjalani masa training center (TC) mulai Kamis (25/8) hingga jelang kick off Liga 3 regional Jatim dibunyikan. Artinya, posisi mereka belum cukup aman sebagai penggawa Skuad Badai Biru.
Manajemen masih harus menguji performa mereka selama TC berjalan.

Jika ditemukan performa yang kurang cocok atau menurun, maka besar kemungkinan akan dicoret atau digantikan dengan pemain baru. ’’Kami butuh pemain yang punya karakter dan kualitas bermain cocok dengan kami. Dan untuk bisa mendapatkannya, kami belum mematenkan 25 pemain yang sudah dipilih dalam seleksi kemarin. Butuh penilaian dan pencarian pemain baru lagi yang dirasa benar-benar cocok,’’ tandasnya.

Sistem tambal sulam ini diakui manajemen untuk mengejar ketertinggalan capaian performa dari tim peserta Liga 3 lainnya. Di mana, sebagian besar tim lawan sudah memasuki masa uji coba hingga evaluasi akhir TC jelang turun di kompetisi. Sementara Persem, baru memulai pembentukan tim sepekan terakhir. Dan untuk mengejar ketertinggalan itu, manajemen juga memakai sistem TC kolektif. Di mana, konsentrasi TC dijadikan dalam satu program, mulai dari peningkatan fisik, tactical, hingga mental.

Bahkan, manajemen dan tim pelatih sudah mengagendakan kombinasi latihan dan uji coba di sisa waktu enam pekan ke depan. Dengan menambah intensitas latihan setiap hari yang ditutup dengan uji coba setiap akhir pekan. Bahkan, enam kali uji coba sudah dirancang dengan pertandingan di dalam maupun luar kandang. Yakni empat kali di melawan tim sesama peserta Liga 3 dan dua kali uji coba melawan tim lokal. Cara ini sekaligus sebagai upaya percepatan dalam menyempurnakan performa tim.

’’Nanti kami kombinasikan latihan dan uji coba dalam satu program. Yang dirasa kurang bersaing, akan kami coret dan diganti dengan pemain baru yang memiliki kualitas dan pengalaman lebih banyak,’’ pungkasnya. (far/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #skuad laskar damarwulan #citayam #trawas #pacet #sekolah ongko loro #seleksi persem #masa kecil soekarno #Soekarno di Mojokerto #wisata mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #persem kota mojokerto #trowulan #onde-onde