Hal ini yang memantik para penghobi untuk menjadikan Kota Onde-Onde sebagai tempat singgah paling representatif.
Seperti yang dialami penghobi sepeda minitrek asal Kelurahan Jagalan, Kelurahan Kranggan, Fadholi kala bertemu Daeng Slamet, pegowes asal Bandar Lampung kemarin. Dholi, sapaan akrabnya menyambut Daeng dengan ramah di kediamannya sebelum melanjutkan perjalanan bersepeda menuju Surabaya. Dhaeng ingin membuktikan jika warga Kota Mojokerto ramah dengan pesepeda.
’’Kebetulan kami berpapasan di Perak Jombang saat sama-sama gowes jarak jauh. Kami ajak mampir di Kota Mojokerto agar bisa merasakan bersepeda santai di Kota kami,’’ ujarnya. Daeng sendiri adalah penghobi sepeda touring berusia 56 tahun dan sudah menekuni dunia tour sepeda luar kota sejak tahun 1990-an. Kali ini, ia menjalani tour jarak jauh dari Semarang menuju Lombok.
Sementara, Fadholi adalah penghobi sepeda kecil atau minitrek yang menempuh perjalanan pulang usai menggelar acara gowes di Ponorogo. Keduanya berpapasan ketika sama-sama menempuh perjalanan jauh. Karena sama-sama penghobi, rasa persaudaraan pun muncul di benak Dholi untuk mempersilakan Daeng istirahat sementara di kediamannya. Tawaran ini sekaligus sebagai bentuk kampanye ramahnya di Kota Mojokerto.
Termasuk juga untuk menjalin silaturahmi antar pegowes dari berbagai daerah. ’’Harapan kami Kota Mojokerto menjadi daerah yang ramah bagi pesepeda luar kota maupun luar pulau,’’ tandasnya. Sebelumnya, Dholi sempat melakoni gowes menggunakan minitrek dari Ponorogo menuju Mojokerto usai menghadiri Jambore se-Nusantara, Sabtu dan Minggu (6-7/8).
Pria paro baya ini nekat menempuh jarak 149 kilometer dengan sepeda mini. ’’Lebih asyik saja kalau pakai minitrek. Sebenarnya hampir sama dengan jenis road bike, cuman kami tertantang dengan bentuk sepedanya yang kecil,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah