Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Target Dua Keping Emas Meleset, Tim Biliar Salah Prediksi

Fendy Hermansyah • Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:35 WIB
TAK BERKUTIK: Fhilie, dan Akhzal saat turun di nomor double ball 8 babak 16 besar di Porprov VII, Rabu (29/6).
TAK BERKUTIK: Fhilie, dan Akhzal saat turun di nomor double ball 8 babak 16 besar di Porprov VII, Rabu (29/6).
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hasrat biliar Kota Mojokerto mengulangi kesuksesan seperti di Porprov IV dipastikan pupus. Hingga jelang berakhir laga, 8 pebiliar yang diturunkan hanya mampu mengemas sekeping emas dan sekeping perunggu. Jumlah itu jauh di bawah raihan Porprov tahun 2013 lalu yang sempat mengemas tiga emas dua perunggu dari 7 nomor dan kelas yang dipertandingkan.

Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki mengakui, melesetnya target raihan emas tak lepas kesalahannya dalam memprediksi pertandingan. kesalahan itu dipengaruhi oleh perubahan sistem pertandingan dari porprov sebelumnya. Di mana, untuk bisa lolos ke babak selanjutnya di Porprov tahun ini, setiap pebiliar hanya butuh poin tertinggi dari tiga laga yang dijalani.

Sementara di porprov sebelumnya, kelolosan setiap pebiliar ditentukan berdasarkan kemenangan tertinggi dari empat laga di setiap tahapan. Sistem tersebut yang dinilai cukup menguntungkan pebiliar pendatang baru. Di mana, mereka tidak perlu mengatur ritme pertandingan, cukup bermain lepas alias nothing to lose sehingga banyak mendapat poin ketimbang lawannya. Hal ini yang berbanding terbalik dengan pebiliar andalan.

’’Banyak pebiliar kelas atas yang tumbang di awal-awal babak. Seperti pebiliar utama Sidoarjo yang justru dikalahkan atlet Kabupaten Malang. Sekarang persentasenya 70 persen skill, 30 persen faktor luck,’’ terangnya. Termasuk empat pebiliar anak asuhnya, mulai dari Arya, Taufik, Fhilie, dan Akhzal yang dari awal digadang-gadang mampu menembus minimal babak semifinal.

Akan tetapi, diluar dugaan, capaian tertinggi mereka justru hanya sampai di babak 8 besar, yakni ketika arya turun di nomor single ball 10 putra. Sementara lainnya hanya mampu sampai di babak 16 besar, baik saat turun di nomor single ball 8 dan 10, maupun double ball 8 dan 10. ’’Kami hanya punya satu kesempatan turun dan sudah kami siapkan yang terbaik di nomor single dan double ball 9 besok (hari ini, Red),’’ tegasnya.

Hingga saat ini, biliar yang digadang-gadang mampu meraih minimal 2 medali emas hanya mampu meraih sekeping emas dan sekeping perunggu. Emas disumbangkan Nurma Ulifatul saat turun di nomor single ball 10 putri. Sementara nomor double ball 10 juga diraih Nurma saat berpasangan dengan Shinta Pratidina. (far/ron)


Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #Mojopahit #sekolah ongko loro #Kota Mojokerto #porprov biliar #mojokerto #trowulan #onde-onde