Empat pebiliar tersebut adalah Nurma Ulifatul, Mochammad Taufik, Shinta Praditina, serta Akhzal. Mereka akan turun di tiga nomor yang berbeda. Nurma dan Taufik masing-masing akan turun di nomor single bola 15 putra dan putri. Sementara, Akhzal dan Shinta akan ditandemkan dan turun di nomor ganda campuran bola 15.
Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki mengatakan, dipilihnya empat pebiliar tak lepas dari minimnya jam terbang yang mereka miliki. Selain usia yang masih muda, pembatasan aktivitas saat PPKM lalu juga menjadi faktor minimnya kejuaraan yang bisa mereka ikuti.
Sehingga, jam tanding mereka stagnan selama dua tahun belakangan. Dan, setelah PPKM kini tak lagi diberlakukan, Pengkot POBSI mulai memberanikan diri menurunkan empat anak asuhnya tersebut di sejumlah kejuaraan. ’’Kami menerjunkan Nurma, Taufik, Shinta, dan Akhzal karena mereka butuh pengalaman dan jam terbang agar bisa menguasai setiap pertandingan,’’ ujarnya.
Pria yang akrab disapa bejo ini mengakui, dari 7 pebiliar yang ada, hanya I Gede Arya yang dianggap memiliki skill dan mental tangguh saat bermain. Kemampuan ini tak lepas dari banyaknya jam bermain Arya di sejumlah kejuaraan baik di level Provinsi maupun nasional.
Kemampuan inilah yang kini digenjot Pengkot POBSI kepada empat pebiliar. Sehingga, ketika mereka bersaing di Porprov Juni nanti, skill dan mental mereka sudah tertata untuk bersaing merebut medali emas. ’’Kami ingin semua atlet memiliki keahlian yang merata. Tidak hanya dominan pada satu orang saja sebagai andalan,’’ tandasnya.
Di Porprov nanti, Komposisi tim biliar masih diisi 7 atlet putra dan putri. Mochammad Taufik, I Gede Arya, Brilian Fadiansyah, Muchamad Ifani, Nurma Ulifatul, dan Shinta Praditina, dan Akhzal telah menjalani pemusatan latihan sejak pertengahan tahun lalu. Mereka nantinya akan diturunkan di sejumlah nomor, mulai dari tunggal putra/putri bola 9 dan 10 hingga ganda putra/putri bola 9 dan 10. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah