JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film bioskop menjadi salah satu tontonan yang paling banyak digemari serta sangat dinantikan oleh kalangan masyarakat.
Film bioskop ''Vina Sebelum 7 Hari'' merupakan salah satu film bergenre horor thriller yang dinantikan oleh banyak kalangan karena menyuguhkan alur cerita melalui kisah nyata. Film ini akan tayang 8 Mei seluruh bioskop Indonesia.
Yang membedakan dari film bioskop lainnya, film ini menceritakan tentang kisah nyata seorang remaja perempuan yang menjadi korban dari kejahatan pembunuhan oleh sekelompok geng motor, melalui cerita dari sang arwah almarhum Vina yang menguak kisah tragis tersebut.
Film garapan sutradara Anggy Umbara ini dibintangi oleh beberapa deretan aktor aktris ternama tanah air antaranya, Nayla Purnama, Lidya Kandou, Yusuf Mahardika, Gisellma Firmansyah, Fahad Haydra dan lainnya.
Film bioskop Vina Sebelum 7 Hari merupakan film yang diangkat berdasarkan kisah nyata tragis yang menimpa almarhum Vina, perempuan asal Cirebon.
Vina menjadi korban bullying hingga kekerasan geng motor yang berujung meninggal dunia.
Kasus ini sempat viral pada 2016 lalu hingga menarik perhatian publik. Kisah ini diangkat menjadi salah satu film bioskop atas keinginan pihak keluarga untuk mengenang dan mendoakan almarhum serta menjadi harapan sekaligus pelajaran agar tidak ada yang terjadi lagi seperti kisah yang dialami oleh almarhum Vina.
“Saya sangat menantikan tanggal penayangan film ini karena mengandung kisah nyata apalagi tentang seorang perempuan yang mengalami kekerasan sampai meninggal dunia” ungkap Fitri,24, selaku pencinta film horor, Selasa (7/5).
Fitri juga menambahkan film Vina Sebelum 7 Hari ini menceritakan tentang sudut pandang dari geng motor yang sangat kejam membunuh Vina bersama sang kekasihnya Eky. Salah satu anggota geng motor bernama Egy yang sekaligus teman dari Eky.
Egy merasa dendam lantaran cintanya ditolak oleh almarhum Vina, lalu Egy mengajak geng motornya untuk menyiksa Vina dan membunuh Vina di hadapan sang kekasih Eky. Eky juga kemudian dibunuh oleh geng motor tersebut.
“Film ini bukan hanya menceritakan sosok perempuan yang dibunuh secara kejam dan menampilkan kisah tragis saja, tetapi dengan adanya film ini menjadikan kita sebagai pelajaran untuk lebih berhati-hati lagi” pungkasnya. (Yeni Trihapsari)
Editor : Imron Arlado