JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Salah satu cara paling mudah untuk menyebarkan budaya lokal ke kancah internasional adalah melalui kesenian. Musik menjadi salah satu medium yang mudah menjangkau masyarakat luas. Musisi Indonesia pun memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan identitas budaya lokal melalui karya mereka agar dikenal di panggung global.
Musik menjadi medium yang paling mudah untuk menembus batas budaya. Berbagai budaya populer bahkan berkembang dan dikenal melalui musik.
Teknologi digital turut mempercepat arus penyebaran budaya melalui musik untuk menargetkan lebih banyak audiens dari seluruh dunia dalam waktu singkat.
Baca Juga: Nostalgia Lagu Legendaris! Film Musikal Iyus Jenius Siap Menghadirkan Kembali Lagu karya Papa T. Bob
Di tengah industri musik global yang semakin luas, musisi Indonesia turut membawa unsur budaya lokal melalui musik dan karya mereka. Sejumlah musisi dengan sengaja mengemas elemen tradisional dan identitas lokal ke dalam musik modern yang lebih familiar bagi audiens internasional, sehingga budaya Indonesia menjadi bagian dari identitas mereka.
Salah satu contohnya adalah girl group di bawah naungan 88Rising, No Na. Sejak awal kariernya, No Na dengan sengaja membawa elemen Nusantara ke dalam karya mereka.
Mulai dari lagu debut mereka “Shoot” yang mengusung latar visual yang menunjukkan keindahan alam dan budaya Nusantara hingga karya lainnya yang menggunakan elemen instrumen tradisional.
Meskipun sebagian besar karya mereka didominasi oleh lirik berbahasa Inggris sekaligus karakter modern untuk menjangkau pasar internasional, No Na konsisten untuk menyelipkan budaya lokal ke dalam karya mereka.
Contoh lain dapat ditemukan dalam lagu Lathi karya Weird Genius (ft. Sara Fajira). Lagu tersebut sempat mendapatkan perhatian luas dan menjadi trending global karena aransemen musik yang unik yang memadukan genre EDM dengan elemen musik tradisional Jawa.
Lagu Lathi memasukkan unsur gamelan serta vokal bernuansa sinden dengan beberapa lirik berbahasa Jawa oleh Sara Fadira. Lagu ini berhasil menarik perhatian mancanegara, bahkan bersanding dengan lagu dari musisi kelas dunia.
Dari hal tersebut, terlihat bahwa membawa budaya Indonesia ke kancah internasional melalui seni musik tidak selalu harus dilakukan dengan menampilkan pertunjukan tradisional yang utuh.
Unsur budaya bisa dipadupadankan dengan elemen yang sudah familiar dengan selera pendengar terlebih dahulu, baru dibumbui dengan elemen budaya lokal untuk memperkenalkannya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa musik yang familiar dan populer bisa menjadi pintu masuk yang menjangkau audiens internasional untuk lebih mengenal budaya Indonesia, misalnya melalui elemen-elemen instrumen, visual, koreografi, bahasa, hingga teknik vokal, sehingga budaya Indonesia masih memiliki ruang di panggung global. NAVA
Editor : Imron Arlado