Tradisi Ulambana di Mojokerto Jadi Daya Tarik Wisata

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:16 WIB
SARANA MEMBAWA HARAPAN: Rangkaian ritual Ulambana di Maha Vihara Majapahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Minggu (6/9). (Sofan Kurniawan/JPRM)
SARANA MEMBAWA HARAPAN: Rangkaian ritual Ulambana di Maha Vihara Majapahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Minggu (6/9). (Sofan Kurniawan/JPRM)

KABUPATEN - Suasana khidmat terasa di Maha Vihara Majapahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (6/9). Umat Buddha dari berbagai daerah berkumpul untuk melaksanakan ritual Ulambana. Ritual tersebut menjadi momentum bagi umat untuk mengenang sekaligus mendedikasikan kebajikan kepada orang tua, leluhur, serta mereka yang telah meninggal dunia.

Pimpinan umat Buddha setempat, Biksu Viriyanadi Mahathera menjelaskan, Ulambana merupakan bentuk kebajikan atau persembahan yang didedikasikan bagi orang tua dan leluhur. Tradisi tersebut rutin dilaksanakan umat Buddha setiap tahun.

”Umat rutin menggelar Ulambana setahun sekali. Pesertanya juga berasal dari berbagai daerah dan datang ke vihara ini,” tutur Bante Vir, sapaan karib Biksu Viriyanadi Mahathera.

Prosesi Ulambana diawali dengan pemberian sesaji berupa buah-buahan. Umat Buddha kemudian mengikuti doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan pelimpahan jasa kebajikan kepada leluhur. Rangkaian ritual dilanjutkan dengan pembakaran persembahan yang dibuat menyerupai perahu.

Bentuk tersebut memiliki makna simbolis sebagai gambaran perjalanan atau pengantaran doa dan kebajikan menuju alam kehidupan berikutnya. Perahu juga dimaknai sebagai sarana yang membawa harapan dan doa bagi mereka yang telah meninggal.

Usai prosesi keagamaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat di sekitar vihara. Pelaksanaan ritual tersebut tak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Buddha.

Aktivitas ini turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Maha Vihara Majapahit. Sejumlah wisatawan yang datang untuk melihat kemegahan vihara dan patung Buddha tidur turut menyaksikan kekayaan tradisi keagamaan yang berlangsung di kawasan tersebut. (fan/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
tradisi ulambana maha vihara majapahit daya tarik wisata