JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kelenteng Hok Sian Kiong yang berlokasi di Jl. PB. Sudirman No. 1, Mergelo, Sentanan, Kec. Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur ini didirikan pada tahun 1823, awalnya tempat ibadah ini adalah sebuah gudang, kemudian sempat berpindah lokasi dan mengalami pembangunan bertahap sejak 1874 hingga 1930, dan pada akhirnya berkembang menjadi pusat ibadah agama Tri Dharma di Mojokerto sampai sekarang.
Fungsi utama Kelenteng Hok Sian Kiong adalah sebagai tempat beribadah bagi para penganut agama Tri Dharma atau tiga ajaran tradisional Tionghoa, yaitu Buddhisme, Taoisme, dan Konghucu. Namun, tempat ibadah ini juga terbuka untuk umum, penganut agama selain tiga ajaran di atas tetap diperbolehkan berkunjung dan mempelajari sejarah di balik Kelenteng ini.
Baca Juga: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Optimalkan Layanan Kesehatan, Genjot Digitalisasi Posyandu
Kelenteng Hok Sian Kiong memiliki gaya arsitektur Tionghoa yang sangat kental, hal ini dapat dibuktikan dari tata letak bangunan utama yang selalu seimbang antara kanan dan kiri yang melambangkan keharmonisan, kemudian area yang paling suci diletakkan di bagian belakang atau paling dalam, lalu orientasi arah bangunan dan peletakan pintu yang dihitung agar dapat memaksimalkan energi positif, dan struktur atapnya yang hanya menggunakan sistem penguncian kayu tradisional yang fleksibel.
Di dalam Kelenteng ini, terdapat berbagai macam altar pemujaan, patung dewa-dewi, serta sarana ritual Tri Dharma. Ada beberapa hal yang membuat Kelenteng ini lebih menarik, salah satunya yaitu memiliki tradisi menggantungkan pita harapan ke pohon Bodhi yang berada di halaman depan.
Baca Juga: Parkir di Bahu Jalan Kota Mojokerto, Rawan Picu Kemacetan hingga Kecelakaan
Meskipun Kelenteng Hok Sian Kiong adalah sebuah tempat ibadah, tidak jarang ada para pengunjung yang datang untuk mendokumentasi, mempelajari sejarah tentang dewa-dewi, dan menonton pertunjukan Barongsai atau tarian tradisional Tionghoa yang diadakan di dalam Kelenteng ini setiap Imlek. KEYSHA
Editor : Imron Arlado