Disbudporapar Kerahkan Juru Peliharan, Lakukan Penyisiran Tiap Hari
KABUPATEN - Pemeliharaan dan pengawasan situs purbakala di kawasan cagar budaya (KCB) Gunung Penanggungan kini ditingkatkan. Masing-masing juru pelihara (jupel) dikerahkan untuk menyisir Puncak Pawitra setiap hari. Selain fungsi pemeliharaan, puluhan jupel turut melakukan pengawasan situs guna mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.
”Sekarang seluruh jupel (di KCB Gunung Penanggungan, Red) diwajibkan naik setiap hari. Bukan cuma bersih-bersih saja, tapi memantau kondisi (masing-masing situs, Red) juga,” ungkap Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, Senin (10/8).
Ia menguraikan, meski KCB Gunung Penanggungan di bawah naungan Disbudpar Provinsi Jatim, namun pihaknya dilibatkan dalam monitoring kegiatan. Langkah ini sekaligus sebagai upaya mitigasi kerawanan karhutla yang membayangi Gunung Penanggungan. Sehingga, berpotensi mengancam kelestarian sejumlah objek bersejarah yang ada.
Terdapat 28 situs di kawasan Gunung Pawitra yang rutin dijangkau juru pelihara. Mulai dari Candi Sengon, Candi Selokelir, Candi Carik, Candi Kama, Watu Tulis, Goa Kencana hingga Candi Kursi
”Sejauh ini situs-situs di Penanggungan tersebut aman dan terawat. Tidak ada kerusakan maupun ada yang hilang,” ucap Riedy. Sebagai bagian dari upaya pelestarian, pengawasan dan pemeliharaan ke depannya akan rutin dilakukan para jupel. Tak lain, lanjut dia, demi untuk memastikan peninggalan bersejarah di Gunung Penanggungan bebas dari potensi kerusakan akibat faktor alam maupun manusia. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto