Dalam Ekskavasi dan Penelitian di Desa Sentonorejo
TROWULAN - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur Jatim menggelar ekskavasi penyelamatan situs era Kerajaan Majapahit di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, kemarin (30/6). Proses ekskavasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, dari 24 Juni hingga 8 Juli mendatang.
Memasuki hari ketujuh kemarin (30/6), tim arkeolog terus melakukan ekskavasi dan penelitian sejarah dengan memadukan sejumlah artefak berupa serpihan gerabah dan lantai yang ditemukan.
Arkeolog BPK Jatim Muhammad Ikhwan menjelaskan, bahwa karakteristik dari struktur serta benda cagar budaya yang ditemukan di Desa Sentonorejo ini menunjukkan strata sosial yang tinggi. Objek-objek tersebut berbeda dari permukiman masyarakat biasa pada umumnya.
”Dari hasil temuan sementara bisa disimpulkan bahwa di kawasan ini adalah pemukiman elite atau dari kalangan bangsawan. Itu terlihat dari berbagai ornamen temuan gerabah dan lantai bata segi enam,” ujar Ikhwan di lokasi.
Ia menegaskan, tahap pendataan, pemetaan, dan pengamanan objek yang sedang berjalan ini merupakan misi untuk melestarikan penyelamatan artefak bersejarah. Sehingga, lanjutnya, melalui ekskavasi ini, diharapkan tata ruang kota kuno Trowulan dapat terungkap guna memberikan gambaran utuh mengenai kejayaan Nusantara di masa lampau, khususnya di era Kerajaan Majapahit. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah