Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lapak Baca Nyala, Jadi Wadah untuk Membaca hingga Diskusi

Martda Vadetya • Minggu, 28 Juni 2026 | 08:06 WIB
ANIMO PUBLIK: Komunitas Lapak Baca Nyala jadi jujukan banyak orang saat menggelar kegiatan di area publik. (dok Lapak Baca Nyala for JPRM)
ANIMO PUBLIK: Komunitas Lapak Baca Nyala jadi jujukan banyak orang saat menggelar kegiatan di area publik. (dok Lapak Baca Nyala for JPRM)

MENGGELORAKAN literasi di Mojokerto Raya terus menjadi visi Lapak Baca Nyala. Komunitas ini bahkan bukan sekadar menyediakan ruang baca di area publik, melainkan juga sebagai wadah bertukar gagasan hingga menelurkan karya tulis.

Pendiri Lapak Baca Nyala Andre Widha Bayu Pamungkas menjelaskan, sejak berdiri 2016 silam komunitas ini bertahap bertransformasi. Semula, kelompok pegiat literasi ini getol meminjamkan lebih dari 150 koleksi buku untuk bahan bacaan publik secara gratis. Mulai dari buku anak hingga buku umum. ’’Kita bikin kegiatan membaca di ruang publik itu lokasinya pindah-pindah, mulai di Alun-alun sampai GOR Gajah Mada,’’ terang pria 30 tahun, ini.

Menurutnya, animo masyarakat terhadap kegiatan literasi masih terjaga. Andre menyebut, kegiatan literasi komunitas ini bertahap digeser untuk sekaligus menjadi wadah diskusi hingga menelurkan karya buku. ’’Setiap tahun mengalami perkembangan. Dari festival literasi ke pelosok Mojokerto, sampai tahun 2020 kita jadikan ruang baca sekaligus diskusi dan menulis,’’ papar warga Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, ini.

Sampai setahun belakangan, beber Andre, Lapak Baca Nyala getol menggelar membeber lapak di sejumlah kampus di Mojokerto secara bergilir. ’’Bisa dibilang ini format baru. Jadi lebih kami tajam pada diskursus untuk menunjang pemikiran teman-teman mahasiswa,’’ tuturnya.

Dari situ, komunitas jadi jujukan kalangan mahasiswa Mojokerto. Tak sekadar membaca dan berdiskusi, para muda-mudi yang sedang menempuh pendidikan tinggi ini juga diajak mengasah kemampuan menulis. ’’Setelah kita diskusi ataupun review jurnal, akhirnya kita buat untuk menulis. Jadi output-nya konstruktif,’’ papar alumnus FISIP UNIM, ini.

Karya mereka, lanjut Andre, dirupakan buku digital atau e-book. Tidak untuk disimpan sendiri, tapi kemudian di publikasi lewat jaringan sejumlah komunitas literasi lainnya. ’’Baik di Mojokerto sendiri sampai keluar daerah juga,’’ ucapnya.

Ditambahkannya, komunitas ini tak sekadar bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan tulis. Melainkan menciptakan ruang diskusi kritis dan berbagi pengetahuan berikut wadah dalam meratakan akses edukasi masyarakat. (vad/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#lapak baca nyala #komunitas baca #komunitas mojokerto