JATIREJO - Ribuan santri dan warga memadati jalan-jalan Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto dalam pawai budaya yang menjadi rangkaian Haul ke-36 Kiai Yahdi Mathlab, kemarin (5/6). Kiai Yahdi dikenal sebagai pendiri sekaligus kiai sepuh salah satu pondok pesantren tertua di Kabupaten Mojokerto.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Warga berjejer di sepanjang rute pawai untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang terdiri dari ribuan santri, kelompok hadrah, marching band Banser, hingga berbagai atraksi budaya.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah kehadiran kesenian barongsai di tengah nuansa acara yang kental dengan tradisi Islam. Kemunculan kesenian asal Tiongkok tersebut langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari para santri dan warga yang memadati lokasi.
Pengasuh Asrama Al Qurtuby Ponpes Bidayatul Hidayah, Nurul Fathan Ubaidillah menuturkan, kesenian barongsai memang sengaja dihadirkan untuk memberikan warna berbeda pada peringatan haul tahun ini. ’’Kami sengaja menghadirkan kesenian dari Negeri Tiongkok tersebut sebagai bentuk keberagaman etnis dan budaya yang ada di Indonesia,’’ ujarnya.
Menurutnya, pesantren ingin menanamkan nilai toleransi, kebangsaan, dan penghargaan terhadap keberagaman kepada para santri maupun masyarakat luas melalui pendekatan seni dan budaya. Setelah seluruh peserta mencapai garis akhir, ribuan santri kembali berkumpul untuk mengikuti tradisi yang paling ditunggu-tunggu, yakni pembagian hadiah. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hadiah dikemas secara kreatif dalam bentuk gunungan besar.
Gunungan tersebut berisi berbagai barang kebutuhan sehari-hari yang merupakan sumbangan warga sekitar pesantren, mulai sandal, sepatu, hingga berbagai perlengkapan lainnya. Aksi berebut isi gunungan berlangsung meriah dan penuh kegembiraan. Tradisi tersebut menjadi penutup rangkaian pawai budaya sekaligus mencerminkan kuatnya ikatan antara pesantren dan masyarakat sekitar yang selama ini tumbuh dalam semangat kebersamaan dan gotong royong. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah