Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Puisi-puisi dari Moh. Arif Susanto

Fendy Hermansyah • Sabtu, 2 Mei 2026 | 03:19 WIB
Moh. Arif Susanto praktisi pendidikan dan akademisi, aktif sebagai dosen Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya.
Moh. Arif Susanto praktisi pendidikan dan akademisi, aktif sebagai dosen Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya.

 

Seandainya Aku Seorang Belanda

(Membaca kembali Ki Hadjar Dewantara)

Seandainya aku seorang Belanda,
Akan kutanya pada nurani yang diam:
Mengapa di tanah yang kupijak, rakyatnya meraba dalam kegelapan?

Aku yang terlahir bangsawan, memilih jalan tanpa terang,

Menjadi pena yang tak mau dibungkam.
Akan kutulis dengan tinta kejujuran:
Kemerdekaan bukan milik penjajah, pendidikan hak untuk semua.

Aku bukan seorang Belanda
Aku suara kemerdekaan yang terusir
Terasing dari tanah sendiri yang terus berpikir,
sekolah adalah ladang perlawanan,
Guru penjaga cahaya masa depan.

Ing ngarsa sung tuladha

Ing madya mangun karsa

Tut wuri handayani

 

Taman Siswa tumbuh bagi jiwa-jiwa merdeka, tempat belajar berdiri, tanpa takut, tanpa tunduk,
tanpa kehilangan jati diri.


Seandainya aku seorang Belanda, aku malu pada sejarah bangsaku!

 

Mei 2026

 

Ing Ngarsa Sung Tuladha

(Untuk praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan pendidikan)

 

Ing ngarsa sung tuladha

Mercusuar di antara batu karang yang tajam

Menuntun arah kebebasan belajar
Pendidikan napas setiap insan.

 

Di Taman Siswamengeja kata, menyusun angka, membaca dan menghitung dunia.
Di Taman Siswa membentuk jiwa, budi pekerti, keberanian, dan merdeka.

 

Waktu berganti, zaman telah berubah
Taman
kini penuhlayar dan cahaya.


Merdeka!

Kenyataan dan kesempatan masih menjurang.

Merdeka!

Pendidikan berkeadilan!

Pendidikan untuk semua!
Pendidikan tanpa batas bangsa!

Pendidikan tanpa sekat dunia!

Di balik target dan angka, merdeka berpikir jangan dilupa!


Waktu terus bersuara”ing ngarsa sung tuladha”

 

Mei 2026

 

Jaran Kore Ayu

(Untuk perempuan pejuang pendidikan, Ibu Kartini)

 

Di balik tembok pingitan yang sunyi,

Langkahmu tak benar-benar berhenti.

Jaran Kore Ayu,

Kuda liar cantik tak mau membelenggu rindu.

 

Lahir dalam dekapan ningrat,

Menembus batas tradisi.

Tidak sekadar lincah, menjiwa berontak, ingin perempuan berharga.

 

Pena menjadi pelita waktu dunia temaram.

Habis Gelap Terbitlah Terang”

 

Di Rembang sekolah baca, tulis, dan keterampilan engkau semai.

Agar perempuan tak tertinggal langkah, tegak tanpa rasa kalah.

 

Semangat juangmu tak pernah padam, mengalir dalam darah perempuan masa depan.

Kini, pada April biji telah mekar, sebagai pengingat belajar.

 

April 2026

Biografi Penulis

Moh. Arif Susanto praktisi pendidikan dan akademisi, aktif sebagai dosen Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. 

Editor : Fendy Hermansyah
#puisi-puisi #seni sastra #puisi sastra