JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mojokerto dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang kaya akan warisan budaya, termasuk dalam bidang kerajinan tangan. Berbagai sentra kerajinan berkembang secara turun-menurun dan menjadi sumber ekonomi masyarakat lokal.
Bagi pemula yang ingin memulai usaha, sektor ini menawarkan peluang besar karena bahan baku relatif mudah didapat, keterampilan bisa dipelajari, dan cukup luas baik lokal maupun ekspor.
Berikut adalah tujuh sentra kerajinan di Mojokerto yang terbukti eksis dan berpotensi menjadi peluang usaha.
Baca Juga: Ngopi, Baca Buku, dan Diskusi di Alam Terbuka? Cobain ke Literasi Space Trawas
1. Kerajinan Patung Kuningan Desa Bejijong (Trowulan)
Desa Bejijong dikenal sebagai sentra kerajinan patung kuningan sejak tahun 1967. Produk yang dihasilkan berupa patung Buddha, replica candi, hingga souvenir artistik yang diminati wisatawan mancanegara.
Kerajinan ini memiliki nilai seni tinggi dan harga jual yang relatif tinggi. Bagi pemula, usaha ini cocok jika memiliki ketertarikan pada seni logam dan bersedia belajar Teknik pengecoran.
2. Kerajinan Monel Desa Pekuwon (Bangsal)
Desa Pekuwon menjadi pusat kerajinan monel sejak sekitar tahun 1980-an. Produk utamanya berupa cincin, gelang, liontin, dan aksesoris lainnya yang dibuat secara handmade.
Menariknya, pemasaran kini sudah berkembang ke ranah digital, sehingga peluang ini semakin terbuka bagi pemula yang ingin menggabungkan kerajinan dengan pemasaran online.
3. Kerajinan Phat Batu Desa Watesumpak (Trowulan)
Sentra pahat batu di Watesumpak telah menembus pasar ekspor. Produk yang dihasilkan meliputi patung, ornament tanam, dan replika candi dari batu andesit.
Usaha ini cocok bagi pemula yang ingin fokus pada produk dekorasi bernilai tinggi, terutama untuk pasar properti dan taman.
4. Kerajinan Anyaman Bambu (Kemlagi & Gondang)
Kerajinan bambu di Mojokerto menghasilkan berbagai produk seperti furniture, hiasan rumah, hingga alat rumah tangga. Di Desa Mojogebang terdapat puluhan perajin yang masih aktif hingga sekarang.
Baca Juga: Gubernur Jatim Beri Lampu Hijau Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Mojokerto
Selain itu, anyaman bambu juga menjadi salah satu kerajinan khas daerah yang memiliki pasar stabil karena fungsional dan ramah lingkungan.
5. Kerajinan Dompet dan Tas Mojorejo (Jetis)
Sentra kerajinan tas dan dompet di Mojorejo telah berkembang sejak tahun 1989 dan melibatkan banyak pelaku UMKM. Produk yang dihasilkan meliputi tas, dompet, hingga map agenda.
Usaha ini relatif mudah dimulai karena bisa dimodifikasi dengan desain kekinian dan menyasar pasar fashion lokal.
6. Kerajinan Kulit (Sooko dan sekitarnya)
Kerajinan kulit di Mojokerto menghasilkan produk seperti jaket, tas, sepatu, dan sabuk yang telah menembus pasar nasional.
Dengan kualitas yang baik, usaha ini memiliki peluang besar terutama jika dikombinasikan dengan branding yang kuat.
7. Kerajinan Cor Aluminium Pulorejo (Kota Mojokerto)
Sentra cor aluminium di Pulorejo sudah lama berkembang dan menghasilkan berbagai produk seperti cetakan kue hingga peralatan rumah tangga.
Keunggulan usaha ini adalah produknya bersifat fungsional dan memiliki pasar yang luas di sektor rumah tangga dan industri kecil.
Ketujuh sentra kerajinan di Mojokerto menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Bagi pemula, peluang ini bisa dimanfaatkan dengan memilih jenis kerajinan yang sesuai dengan minat, modal, dan kemampuan.
Dengan memadukan keterampilan produksi, inovasi desain, serta pemasaran digital, usaha kerajinan dari Mojokerto tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang hingga pasar nasional bahkan internasional.
NENSI
Editor : Imron Arlado