Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Masjid Besar Baiturrohman, Desa/Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Ditopang Soko Guru Kayu Hutan Kemlagi

Farisma Romawan • Jumat, 27 Februari 2026 | 08:50 WIB

ARSITEKTUR KUNO: Suasana Masjid Besar Baiturrohman, Desa/Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
ARSITEKTUR KUNO: Suasana Masjid Besar Baiturrohman, Desa/Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

KABUPATEN - Masjid Baiturahman di Desa/Kecamatan Gedeg, disebut-sebut telah berusia 209 tahun atau diperkirakan berdiri pada abad ke-18, tepatnya tahun 1817. Masjid ini merupakan peninggalan Raden Ngabehi Wesangsari, abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Selain masjid, di sekitar area juga ditemukan kompleks makam kuno bergaya Islam Jawa dan rumah joglo yang sempat digunakan sebagai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gedeg. 

Sekilas, beberapa bagian masjid masih berdiri kukuh. Tidak ada kubah di puncak karena fungsi kubah diganti dengan cungkup limasan. Di cungkup paling atas, terdapat ruangan yang difungsikan sebagai tempat mengumandangkan azan. Untuk bisa naik, muazin disediakan tangga kayu yang masih terawat hingga kini. 

Bangunan utama masjid juga ditopang empat tiang atau soko guru dari kayu jati. Konon, kayu jati diambil dari hutan perbatasan Kemlagi dan Dawarblandong yang terkenal berkualitas karena tumbuh di atas tanah kapur.

Tidak jauh dari masjid, turut berdiri pesantren sebagai tempat belajar agama. Konon, pesantren didirikan Kiai Basir dari Sidosermo, Surabaya, yang diminta Wasengsari membantunya menjalankan tugas penghulu. (far/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Lentera Ramadan #Masjid mojokerto #masjid bersejarah #masjid kuno