KABUPATEN - Masjid Baiturahman di Desa/Kecamatan Gedeg, disebut-sebut telah berusia 209 tahun atau diperkirakan berdiri pada abad ke-18, tepatnya tahun 1817. Masjid ini merupakan peninggalan Raden Ngabehi Wesangsari, abdi dalem Keraton Yogyakarta.
Selain masjid, di sekitar area juga ditemukan kompleks makam kuno bergaya Islam Jawa dan rumah joglo yang sempat digunakan sebagai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gedeg.
Sekilas, beberapa bagian masjid masih berdiri kukuh. Tidak ada kubah di puncak karena fungsi kubah diganti dengan cungkup limasan. Di cungkup paling atas, terdapat ruangan yang difungsikan sebagai tempat mengumandangkan azan. Untuk bisa naik, muazin disediakan tangga kayu yang masih terawat hingga kini.
Bangunan utama masjid juga ditopang empat tiang atau soko guru dari kayu jati. Konon, kayu jati diambil dari hutan perbatasan Kemlagi dan Dawarblandong yang terkenal berkualitas karena tumbuh di atas tanah kapur.
Tidak jauh dari masjid, turut berdiri pesantren sebagai tempat belajar agama. Konon, pesantren didirikan Kiai Basir dari Sidosermo, Surabaya, yang diminta Wasengsari membantunya menjalankan tugas penghulu. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah