Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

28 Situs di Gunung Penanggungan Mojokerto Disisir Ulang

Martda Vadetya • Minggu, 22 Februari 2026 | 04:55 WIB

 

DIBERSIHKAN: Petugas membersihkan struktur Candi Carik di Kawasan Cagar Budaya Penaggungan beberapa waktu lalu.
DIBERSIHKAN: Petugas membersihkan struktur Candi Carik di Kawasan Cagar Budaya Penaggungan beberapa waktu lalu.
’’Monitoring situs di Gunung Penanggungan kami lakukan bertahap sejak Januari lalu,’’

Riedy Prastowo

Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto

KABUPATEN - Sejumlah situs bersejarah di Kawasan Cagar Budaya yang berada di kawasan Gunung Penanggungan dilakukan pemutakhiran data. Penguatan data oleh Disbudporapar Kabupaten Mojokerto dan Disbudpar Provinsi Jatim ini dilakukan dnegan menyisir satu per satu sisa peradaban kuno di Puncak Pawitra.

Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo mengungkapkan, pemutahiran data warisan budaya ini dilakukan secara kolaboratif oleh Pemkab Mojokerto, Pemprov Jatim dan BPK Wilayah XI. Tujuannya tak lain, mengoptimalkan kesesuaian dan keterbaruan data cagar budaya. ’’Monitoring situs di Gunung Penanggungan kami lakukan bertahap sejak Januari lalu,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Jumat (20/2).

Sejauh ini, pemutakhiran data dilakukan pada 28 situs bersejarah. Yakni, mulai dari Candi Selokelir, Candi Kama hingga Candi Carik. Petugas melakukan pendataan menyeluruh terkait kondisi terkini sisa peradaban era klasik tersebut. Kondisi terkait adanya kerusakan dan kehilangan pada objek cagar budaya hingga potensi temuan baru turut diperiksa.

Hasil pengecekan secara langsung ke lokasi cagar budaya itu lantas didokumentasikan secara lengkap. Hasilnya, kemudian dilaporkan petugas untuk dijadikan basis data teranyar. ’’Selain pendataan, kita juga awasi kalau ada kerusakan atau kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera dari para ahli sehingga cagar budaya bisa tetap terawat,’’ beber Riedy.

Pemeriksaan di lokasi itu menurut dia sangatlah penting. Mengingat sejumlah situs bersejarah tersebut berada di lereng gunung yang notabene rawan terdampak bencana longsor. Meski begitu, Riedy memastikan sejauh ini situs di kawasan Gunung Suci era Majapahit tersebut aman dari dampak bencana. ’’Selain monitoring, tim juga melakukan perawatan dan pembersihan,’’ bebernya.

Bukan tidak mungkin, pemutakhiran data serupa juga menyasar sejumlah cagar budaya lain di kompleks Gunung Penanggungan. Mengingat, terdapat ratusan peninggalan bersejarah tersebar di kawasan gunung yang terbagi di wilayah Mojokerto dan Pasuruan tersebut. ’’Kemungkinan seperti itu (pendataan objek cagar budaya lainnya, Red), bisa di bulan-bulan selanjutnya. Prinsipnya, ini dilakukan bertahap,’’ tandasnya. (vad/fen)

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kawasan cagar budaya penanggungan #situs penanggungan #situs mojokerto #cagar budaya #situs pawitra #situs cagar budaya