KABUPATEN - Arca dewa yang ditemukan di pemakaman umum Dusun Mojojejer, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, rupanya benda bersejarah diduga buatan zaman Majapahit. Hal ini terungkap seiring rampungnya hasil kajian ahli cagar budaya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI.
’’Berdasarkan laporan penanganan temuan tersebut oleh BPKW, arca dewa ini terindikasi merupakan peninggalan dari masa klasik (Hindu-Budha),’’ ujar Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, kemarin. Ia menjelaskan, hal tersebut berdasarkan serangkaian penelitian yang dilakukan tim ahli. Tak ayal, benda berumur lebih dari 700 tahun ini perlu penanganan lanjutan.
Riedy menyebut, BPK Wilayah XI telah menyampaikan sejumlah rekomendasi tindak lanjut untuk pemda. Pertama, arca tokoh ini segera dipindahkan ke kantor Desa Pesanggrahan sebagai langkah awal penanganan. ’’Tujuannya, agar arca tersebut bisa terpelihara dengan baik,’’ sebutnya.
Kemudian, perlu adanya survei penyelamatan cagar budaya di area makam Dusun Mojojejer, Desa Pesanggrahan. Mengingat, tim ahli juga menemukan sejumlah bata kuno yang mengindikasikan sisa struktur bangunan permukiman zaman klasik. ’’Pertimbangan tim ahli, Dusun Mojojejer letaknya berdekatan dengan Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo. Di sana ditemukan Prasasti Jiyu I, Jiyu II dan Jiyu III yang isinya merupakan pemberian sima dari Raja Girindrawardhana pada tahun 1408 Saka,’’ beber Riedy.
Dalam waktu dekat, tambah dia, Disbudporapar segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pesanggarahan untuk menindaklanjuti rekomendasi dan mengamankan arca bersejarah tersebut. Untuk diketahui, Tim Arkeolog BPKW XI dan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto mengecek arca dewa yang ditemukan di pemakaman umum Dusun Mojojejer, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, pada 10 Oktober lalu.
Benda diduga peninggalan Majapahit ini ditemukan penggali kubur 4 tahun silam dan dilaporkan ke BPK Wilayah XI pada 6 Oktober lalu. Patung tersebut menggambarkan sesosok dewa memakai mahkota, selendang, gelang, kalung dan kelat bahu duduk bersila denagn kedua tangan di atas lutut. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah