Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Arti di Balik Larangan Mobil Pengantin Tionghoa Mundur dalam Prosesi Pernikahan

Imron Arlado • Senin, 17 November 2025 | 20:25 WIB
Pernikahan dalam budaya Tionghoa merupakan rangkaian prosesi sakral yang penuh simbolisme. Sumber Foto: Pinterest
Pernikahan dalam budaya Tionghoa merupakan rangkaian prosesi sakral yang penuh simbolisme. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernikahan dalam budaya Tionghoa merupakan rangkaian prosesi sakral yang penuh simbolisme.

Dimana setiap detail diyakini memiliki makna mendalam dan dapat memengaruhi keberuntungan pasangan di masa depan.

Salah satu tradisi yang menarik perhatian adalah larangan mobil pengantin berjalan mundur selama prosesi pernikahan.

Meski terlihat sederhana, aturan ini memiliki filosofi yang dijaga secara turun-temurun. Dalam kepercayaan tradisional Tionghoa, gerakan mundur dianggap sebagai simbol kemunduran hidup.

Jika mobil pengantin bergerak ke belakang, hal itu diartikan sebagai pertanda bahwa hubungan atau kehidupan rumah tangga pasangan dapat mengalami penurunan, rezeki yang tersendat, atau keberuntungan yang berbalik arah.

Karena pernikahan merupakan awal baru yang penuh harapan, segala hal yang bisa memunculkan makna “mundur” dihindari sepenuhnya.

 

 

Sebaliknya, mobil pengantin harus selalu bergerak maju sebagai simbol perjalanan hidup yang berkembang dan penuh kemajuan.

Pergerakan mobil menjadi representasi metaforis dari perjalanan cinta yang diharapkan terus tumbuh, stabil, dan mengarah pada masa depan yang lebih cerah.

Selain itu, larangan ini juga berhubungan dengan upaya menghindari pertanda buruk, karena dalam kepercayaan Tionghoa, hari pernikahan harus bersih dari energi negatif.

Gerakan mundur diyakini membawa pertanda kurang baik, seolah pasangan kembali ke masa lalu atau meninggalkan keberuntungan yang seharusnya mengiringi perjalanan mereka.

Secara filosofis, aturan ini juga berkaitan dengan prinsip feng shui yang menekankan harmonisasi energi atau chi.

Gerakan maju melambangkan aliran energi positif yang progresif, sedangkan gerakan mundur dianggap menghambat aliran tersebut.

Dengan memastikan mobil terus melaju, keluarga percaya bahwa pasangan akan dibimbing oleh keberuntungan dan keharmonisan dalam membangun rumah tangga.

Selain itu, larangan ini juga menjadi simbol bahwa pasangan telah siap meninggalkan masa lalu dan sepenuhnya memasuki fase baru dalam kehidupan.

Mobil yang terus bergerak maju menunjukkan bahwa mereka siap menata masa depan tanpa menoleh pada pengalaman buruk sebelumnya.

Pada akhirnya, larangan mobil pengantin berjalan mundur juga merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan nilai leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

 

 

Dengan mematuhi tradisi ini, keluarga menunjukkan rasa hormat terhadap kebijaksanaan nenek moyang dan menjaga harmoni dalam prosesi sakral pernikahan.

Larangan sederhana ini mengandung harapan besar agar perjalanan rumah tangga pasangan selalu diberkahi kelancaran, rezeki yang mengalir, serta hubungan yang semakin kuat dan harmonis kedepannya.

NIYA

Editor : Imron Arlado
#kepercayaan tradisional Tionghoa #Larangan Mobil Pengantin Tionghoa #Budaya Tionghoa #prosesi pernikahan #tradisi unik #simbol kemunduran hidup