Sementara itu, banyak cara dilakukan masyarakat untuk memperingati Hari Pahlawan. Selain mengilhami semangat para pejuang, cara pelukis Priyok Dinasti ini juga unik: melukis on the spot di Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Ajang melukis di tempat yang digelarnya secara tunggal, kemarin (10/11), juga bertepatan dengan hari kelahiran Kerajaan Majapahit.
’’Di samping menghormati jasa para pahlawan, kita juga mengingat para leluhur yang berjasa pada Nusantara,’’ kata Priyok ketika ditanya pesan apa yang ingin disampaikan dari ajang melukis OTS tunggal ini.
Menurutnya, ide melukis di tempat muncul secara spontal setelah dirinya mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan di Balai Kota Mojokerto. Pelukis asal Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, itu berniat untuk melukis Candi Brahu di tempat karena memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Kerajaan Majapahit.
’’Candi Brahu adalah tempat yang ada dari peradaban sebelum Majapahit, jadi di situ berkembang dan diabadikan oleh Majapahit sendiri,’’ ungkapnya memberi alasan. Pemilihan Candi Brahu juga tak lepas dari momen yang juga bersejarah, yakni Hari Jadi ke-731 Kerajaan Majapahit. Sebagian ahli berpendapat 10 November 1293 adalah hari lahirnya Majapahit. Namun, ada pula yang menyakini kerajaan ini berdiri pada 12 November 1293.
Priyok mengungkapkan, untuk memeriahkan bulan kelahiran Majapahit ini, dirinya ikut merayakan dengan melukis Candi Brahu dalam bentuk ekspresif. Saat OTS kemarin, sejumlah siswa SMK Jatirejo juga turut menyaksikan untuk bejalar melukis dan sejarah. ’’Hasil lukisan ini saya persembahkan untuk teman-teman Save Trowulan dan komunitas Getah-Getih yang merayakan 731 tahun Majapahit,’’ tandasnya. (adi/fen)