JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film terbaru dari Thailand yang kembali sukses menyajikan sebuah karya berjudul How To Make Millions Before Grandma Dies telah resmi ditayangkan bioskop sejak Rabu (15/5).
Film ini mampu menyita perhatian penonton. Film ini merupakan salah satu karya dari studio ternama asal Thailand yaitu GDH 559.
Film-film karya GDH 559 yang telah mendunia seperti, Bad Genius pada tahun 2017, film horor The Medium pada tahun 2021, serta Not Friends pada tahun 2023.
Film How To Make Millions Before Grandma Dies disutradarai oleh Pat Bonnitipat, ia juga yang menyutradarai series Bad Genius yang telah tayang pada tahun 2020 silam.
Film ini terinspirasi dari kisah nyata di banyaknya keluarga. Menceritakan tentang hubungan seorang nenek Bersama cucu laki-lakinya.
Tentang seorang pria bernama M yang diperankan oleh Billkin Putthipong Assaratanakul yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanya untuk merawat sang nenek atau dipanggil amah diperankan oleh Usah Seamkhum.
Keputusan itu setelah M mengetahui kondisi neneknya mengindap kanker. Motivasinya bukan hanya sebagai cucu berbakti, melainkan juga untuk mengambil warisan sang nenek.
Neneknya didiagnosa mengidap penyakit kanker usus stadium akhir. Namun, dibalik M yang ingin merawat sang nenek bukan karena adanya rasa sayang, melainkan demi mendapatkan warisan.
M terdorong untuk melakukan hal tersebut setelah melihat Mui yang diperankan oleh Tontawan Tantivejakul.
Mui mendapatkan warisan rumah bernilai lebih dari Rp 10 juta bath setelah ia merawat neneknya.
Mui mengatakan bahwa waktu adalah hal yang paling dinantikan oleh setiap orang tua, tetapi tidak dapat dipenuhi oleh keturunannya.
Karena hal tersebut, M memutuskan untuk menghabiskan waktunya untuk tinggal bersama neneknya atau Amah.
M juga membantu Amah untuk berjualan congee atau bubur di setiap pagi hari.
M sangat berusaha sebaik mungkin agar ia menjadi kesayangan Amah, tetapi seiring berjalannya waktu.
M mulai merasakan hal-hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Hal tersebut, yang membuatnya mempertanyakan kembali tujuannya merawat Amah selama ini. (Yeni Trihapsari)
Editor : Imron Arlado