JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Film Vina Sebelum 7 Hari yang tayang di bioskop sejak 8 Mei, memunculkan berbagai pro dan kontra di kalangan warganet.
Film ini mengangkat kisah tragis seorang gadis bernama Vina yang viral pada tahun 2016.
Di satu sisi, film ini telah berhasil menarik ratusan ribu penonton di hari pertama penayangannya.
Banyak yang mendukung penayangan film ini. Selain telah mendapatkan izin dari keluarga korban, film ini juga menguak tiga pelaku yang tak kunjung dihukum.
Di sisi lain, ada juga sebagian masyarakat yang merasa film ini hanya membuka luka atau trauma, serta tidak menghormati Vina yang sudah tiada. Bahkan, muncul gerakan melakukan pemboikot film ini.
Seperti yang diungkapkan @proquestfilm. Dalam akunnya di X-nya ia menulis:
’’Bikin Film investigai atau documenter kalau memang mau membantu almarhuma Vina, kalian rengguk keuntungan sebesar2nya dengan mengeksploitasi almarhumah Vina. Sakit Jiwa!!!’’
Pun sama dengan yang diungkapkan akun lainnya @madarkham. Ia menulis ’’Gue belom nonton and I wont be watching. Kalau kalian punya rasa hormat ke almarhumah Vina, boikot film ini supaya eksploitasi terhadap almarhumah tidak semakin besar’’.
Baca Juga: Film Vina: Sebelum 7 Hari’’ Diproduksi untuk Usut Otak Pembunuhan
Menanggapi hal tersebut, sutradara film, Anggy Umbara, dan produser, Dheeraj Kalwani, membuka suara. Menurut mereka, pro dan kontra sudah lumrah terjadi di dunia perfilman.
Editor : Imron Arlado