KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Disbudporapar Kabupaten Mojokerto bakal menggelar ekskavasi situs cagar budaya di tahun ini. Dari sejumlah opsi cagar budaya yang ada, Situs Gapura Bajang Ratu dimungkinkan untuk kembali digali tengah tahun nanti.
’’Untuk tahun ini ekskavasi (yang didanai) dari pemkab, kemungkinan besar di Bajang Ratu,’’ ujar Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, Minggu (5/5).
Dijelaskannya, Pemkab Mojokerto hanya akan menggulirkan satu kali ekskavasi cagar budaya sepanjang tahun ini. Sehingga pihaknya menerapkan skala prioritas bagi cagar budaya yang benar-benar layak ditelusuri lebih lanjut sejarahnya.
’’Untuk tahun ini, ekskavasi hanya sekali. Kita sesuaikan anggaran (APBD) yang ada,’’ bebernya. Riedy mengatakan, situs peninggalan era Majapahit tersebut dipilih lantaran punya nilai sejarah penting. Terlebih, salah satu bagiannya, yakni gapura, telah lebih dulu dipugar.
Kompleks area situs itu, juga telah diekskavasi lagi tahun 2023 sejak puluhan tahun silam. ’’Jadi nanti kita lanjutkan ekskavasi tahun lalu. Kemungkinan besar nanti sasarannya sisi utara gapura,’’ papar Riedy.
Hal ini tak lain, untuk menyingkap teka-teki pola keruangan dan sebaran struktur di kawasan situs. Sekaligus mengungkap fungsi kompleks yang telah berdiri gapura berbahan bata merah tersebut.
’’Realisasinya mungkin setelah Balai Pelestaran Kedudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim ekskavasi Candi Selokelir tengah Mei nanti. Bisa jadi Juni atau Juli, tengah tahun ini,’’ urai Kabid Kebudayaan ini.
Riedy menuturkan, upaya pelesatarian, penyelamatan dan pengamanan cagar budaya ini akan berlangsung efektif selama sekitar sepekan dengan melibatkan tim arkeolog dari BPK Wilayah XI Jatim.
’’Kita sesuaikan dulu dengan pihak BPK Wilayah XI Jatim nanti seperti apa teknisnya. Harapannya, ekskavasi ini bisa melengkapi data yang ada sejauh ini,’’ tukasnya.
Sebelumnya, situs gapura purbakala dari bata merah ini diekskavasi pada 6-12 September 2023 lalu. Dari penggalian kolaborasi Pemkab Mojokerto dan BPK Wilayah XI Jatim ini, didapati sejumlah temuan penting.
Salah satunya, struktur pagar keliling dan denah keruangan yang menjelaskan fungsi gapura paduraksa yang berdiri megah itu. Yakni, memperkuat asumsi adanya bangunan suci yang identik dengan aktivitas ritual keagamaan di utara kompleks. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi