Hanya saja, kian tahun pekerjaan sebagai pematung rupanya kurang diminati anak muda atau gen Z.
Sofi Yannuar, pelaku usaha kerajinan patung di Dusun Jatisumber RT01/RW 03 Desa Watesumpak, mengatakan, pembuatan patung tak dikerjakan sendiri melainkan dibantu sejumlah karyawan.
Hanya saja, kian tahun, jumlah pekerja semakin sedikit. Itu karena tidak ada generasi baru yang melamar.
Karena untuk melamar di tempat ini pun harus belajar dulu kurang lebih 4 tahunan sehingga tidak ada yang tertarik dan mau untuk bekerja sebagai perajin.
"Total karyawan saat ini adalah 35 pekerja saja, dan yang paling muda berusia 30 tahun. Setelah itu tidak ada yang melamar bekerja di sini lagi. Karena untuk bekerja di sini juga susah harus belajar dulu selama 4 tahun. Dan itu gak ada yang mau," jelasnya.
Sofi menjelaskan, patung bikinannya kebanyakan berupa orderan, bukan ready stock.
Karena jumlah pekerja berkurang, Sofi praktis hanya menerima pesenan saja daripada membuat stok patung.
"Semua order, kalau dahulu bikin stok. Karena kan banyak pembeli daripada perajin. Jadi sekarang gak bisa bikin stok. Karena permintaan semakin banyak, sedangkan perajinnya sedikit, jadi kita hanya menerima pesanan saja," jelasnya.
Dikatakannya pula, usaha tersebut berdiri sejak 1998 dan merupakan warisan turun menurun keluarganya.
Awal mula dimulainya usaha ini adalah karena sejak dahulu orang Trowulan kebanyakan bekerja sebagai perajin sehingga akhirnya ide ini tercetus dan berdirilah usaha pembuat patung ini.
"Untuk usaha pembuatan patung ini, usaha milik orang tua, saya melanjutkan dan usaha ini sudah berdiri sejak tahun 1998, ujar Sofi. (fir/fen)
Editor : Fendy Hermansyah