Selain menuangkan kreasi, para seniman juga menggeliatkan kembali kegiatan ekonomi di Rest Area Gunung Gedangan, Kota Mojokerto.
Ketua Komunitas Pelukis Pasar Seni Mojokerto Putut Nugroho mengungkapkan, sedikitnya terdapat 60 karya seni rupa yang dipajang selama dua hari.
Menariknya, masing-masing dibanderol dengan harga miring melalui bursa lukisan murah. ’’Setiap karya lukis dijual Rp 100 ribu dan paling mahal Rp 500 ribu,’’ terangnya saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (7/1).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi agenda perdana sejak para perupa menempati 20 stand di Rest Area Gunung Gedangan pada awal Desember 2023 lalu.
Putut mengatakan, Pemkot Mojokerto menggandeng para seniman untuk kembali menggeliatkan kegiatan perekonomian dengan membentuk pasar seni di lokasi tersebut.
Hingga saat ini, kurang lebih ada 25 perupa yang sudah bergabung di Komunitas Pelukis Pasar Seni Mojokerto Raya.
’’Tidak hanya dari Kota Mojokerto saja, tapi juga ada pelukis dari Kabupaten Mojokerto,’’ ungkapnya.
Meski hanya berlangsung dua hari, beberapa karya telah terjual ke tangan kolektor dari bursa lukisan murah. Selain lukisan dengan media kanvas, ada pula karya lukis yang dihasilkan dari teknik cungkil.
Di samping itu, pengunjung juga dapat menyaksikan langsung perupa yang melukis on the spot (OTS).
Sebab, ungkap Putut, pasar seni tidak sekadar menjadi tempat untuk bertransaksi antara penjual dan pembeli.
Tetapi juga untuk menjadi wadah untuk mengasah skill sekaligus saling berinteraksi bagi para seniman.
’’Di sini (pasar seni, Red) juga sebagai media edukasi bagi masyarakat, terutama tentang seni rupa,’’ imbuh anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah