Kegiatan yang diinisiasi Pemprov dan DPRD Jawa Timur serta Pemkot dan Pemkab Mojokerto ini bagian perayaan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur.
Rabu (15/11) sore, penampilan kesenian khas Mojokerto ini berhasil menyedot animo penonton, mulai tua-muda hingga anak-anak. Pertunjukan seni ini dimainkan komunitas budaya Eyang Macan Putih dari Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Penonton dihibur atraksi menegangkan yang ditampilkan para pemain.
Ketua Dewan Adat Mojopahit Ustadzi Rois mengatakan, kesenian Bantengan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang sengaja dipertontonkan dalam Pekan Budaya Majapahit.
Sebab, event ini tak hanya untuk melestarikan budaya warisan leluhur tapi juga wujud mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat.
’’Seni Bantengan kesenian asli Mojokerto tidak hanya bercerita tentang peperangan. Tapi, juga membawa pesan persatuan kepada masyarakat,’’ jelasnya.
Dia berharap terselenggaranya kegiatan Pekan Budaya Majapahit 2023 ini tak hanya melestarikan budaya warisan leluhur.
Akan tetapi, juga bisa menumbuhkan Spirit of Majapahit yang memang berpusat di Mojokerto.
’’Gelaran Pekan Budaya Majapahit 2023 ini kami harap bisa membuat masyarakat tergugah dan terus menggaungkan Spirit of Majapahit seperti yang diusung oleh Pemkot dan Pemkab Mojokerto,’’ tandas dia.
Untuk diketahui, Pekan Budaya Majapahit 2023 bakal berakhir 16 November 2023. Acara dibuka 10 November lalu ini diisi dengan sejumlah kegiatan.
Di antaranya, pertunjukan ludruk Semar Mesem JTV, teatrikal panji, ludruk arek, wayang milenial, wayang beber, wayang krucil, festival canting, kirab budaya, tari dolanan, kothekan lesung, tari tradisional serta pengambilan dan kirab tujuh air suci. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah