Mereka yang terpilih diharapkan bisa menjadi duta wisata sekaligus mem-branding wisata di Kota Onde-Onde.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto Rachmi Widjajati mengatakan, penjaringan Gus Yuk Kota Mojokerto 2023 sendiri telah berlangsung sejak April lalu.
Adapun, 20 finalis ini berhasil menyisihkan 80 peserta yang berasal dari kelurahan maupun jenjang SMA-SMK Mojokerto. Selain itu, mereka juga telah melalui berbagai tahapan untuk menguji kemampuan para peserta dalam pengetahuan umum, english tourism, pengetahuan tentang kebudayaan dan pariwisata.
’’20 finalis ini juga telah mengikuti deep interview tentang kepribadian oleh para budayawan, disporapar dan alumni duta wisata Kota Mojokerto yang tergabung dalam ikatan Gus dan Yuk Kota Mojokerto,’’ katanya.
Usai penjaringan, mereka juga menjalani masa karantina yang telah dilaksanakan pada Juni lalu. Pelaksanaan karantina sendiri berlangsung di Kelurahan Pulorejo.
’’Karantina ini bertujuan agar nantinya saat mereka menjadi duta pariwisata, mereka tak hanya sekadar bercerita. Namun harus bisa memahami pariwisata secara komprehensif,’’ tutur dia.
Rampung menjalani karantina, mereka juga mendapatkan workshop media sosial bersama Jawa Pos Radar Mojokerto di Darmo Corner Sunrise Mall Mojokerto, Selasa (25/7) lalu.
Pelatihan tersebut menjadi persiapan akhir mereka sebelum melenggang ke grand final yang dijadwalkan berlangsung hari ini di Gor Seni Mojopahit.
’’Semua ini agar harapan Ibu Wali Kota yakni, nanti tahun 2024 ketika semua ikon pariwisata di Kota Mojokerto terbentuk, adik-adik generasi muda dari Kota Mojokerto tidak hanya menjadi penonton tetapi harus bisa membawa branding dalam Spirit of Majapahit melalui destinasi wisatanya,” pungkasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah