Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pasya Raskha Syailendra Asal Dawarblandong Mojokerto, Gagas Cita-Cita yang Berbeda dari Usia Sebayanya

Fendy Hermansyah • Senin, 17 Juli 2023 | 13:30 WIB

CITA-CITA: Pasya Raskha Syailendra,10 memiliki cita-cita yang berbeda dari teman seusianya. Ia ingin menjadi seorang dalang dan sudah berguru ke ayahnya.
CITA-CITA: Pasya Raskha Syailendra,10 memiliki cita-cita yang berbeda dari teman seusianya. Ia ingin menjadi seorang dalang dan sudah berguru ke ayahnya.
Sudah Nyantrik di Usia yang Masih Belia

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Saat ditanya cita-cita, sejumlah anak kerap berkeinginan menjadi polisi, tentara, dokter hingga pilot.

Namun, di ujung utara Kabupaten Mojokerto, terdapat seorang bocah yang dengan tegas berkeinginan menjadi seorang dalang.

CITA-CITA: Pasya Raskha Syailendra,10 memiliki cita-cita yang berbeda dari teman seusianya. Ia ingin menjadi seorang dalang dan sudah berguru ke ayahnya.
CITA-CITA: Pasya Raskha Syailendra,10 memiliki cita-cita yang berbeda dari teman seusianya. Ia ingin menjadi seorang dalang dan sudah berguru ke ayahnya.

Adalah Pasya Raskha Syailendra, bocah laki-laki 10 tahun yang akrab dipanggil Sarijo ini berlatih wayang setiap hari di rumahnya di Dusun Talunsudo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

’’Saya belum bisa suluk. Suaraku masih kecil,’’ kata nya sambil tertawa. Suluk merupakan lantunan syair Jawa yang dibawakan dalang saat pentas.

CITA-CITA: Pasya Raskha Syailendra,10 memiliki cita-cita yang berbeda dari teman seusianya. Ia ingin menjadi seorang dalang dan sudah berguru ke ayahnya.
CITA-CITA: Pasya Raskha Syailendra,10 memiliki cita-cita yang berbeda dari teman seusianya. Ia ingin menjadi seorang dalang dan sudah berguru ke ayahnya.

Didik Sasmito Aji, 43 sang ayah menuturkan, ia tak membentuk anaknya untuk mengikuti jejaknya sebagai dalang. Layaknya anak kecil lainnya, Sarijo juga bermain game, layang-layang dan bermain dengan teman-teman sebayanya.

Ketertarikan Sarijo pada wayang kulit terjadi pada tiga bulan terakhir. Setelah ia melihat pertunjukan wayang di Taman Budaya Surabaya. Esok paginya, ia mencoba bermain wayang.

CITA-CITA: Pasya Raskha Syailendra,10 memiliki cita-cita yang berbeda dari teman seusianya. Ia ingin menjadi seorang dalang dan sudah berguru ke ayahnya.
CITA-CITA: Pasya Raskha Syailendra,10 memiliki cita-cita yang berbeda dari teman seusianya. Ia ingin menjadi seorang dalang dan sudah berguru ke ayahnya.

Satu fragmen perang ia mainkan di tembok rumah, tanpa layar, tanpa kendang. ’’Alhasil empat buah wayang kulit milik saya rusak berantakan. Tapi nggak apa-apa. Namanya juga belajar yang penting semangat, saya senang sekali ia mulai menyukai wayang,’’kata Didik. 

Sarijo mulai nyantrik (berguru) ke beberapa dalang, termasuk pada ayahnya sendiri. Ia duduk persis di belakang dalang dan menyiapkan apapun yang dibutuhkan dalang untuk menyajikan cerita. (fan/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#cita-cita #dalang #kota #dawarblandong #bocah #kabupaten #usia #cilik #mojokerto