Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tradisi Wayangan Pascapanen di Dawarblandong Mojokerto

Fendy Hermansyah • Minggu, 14 Mei 2023 | 17:25 WIB
RITUAL: Pentas wayang kulit yang dimainkan di siang hari secara singkat tersebut merupakan rangkaian sedekah bumi dan ritual tolak bala. (Sofan Kurniawan/JPRM)
RITUAL: Pentas wayang kulit yang dimainkan di siang hari secara singkat tersebut merupakan rangkaian sedekah bumi dan ritual tolak bala. (Sofan Kurniawan/JPRM)
KI dalang Anom Surono membawakan satu fragmen wayang kulit dengan lakon Tumurune Sri Sedana di punden Dusun Sekiping, Desa/Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/5) kemarin. Pentas wayang kulit yang dimainkan di siang hari secara singkat tersebut merupakan rangkaian sedekah bumi dan ritual tola bala.

Gisan, tokoh masyarakat setempat mengatakan, acara wayangan ini rutin digelar setiap tahun pascapanen tiba. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang maha Esa atas limpahan berkat rezeki yang diterima sekaligus permohonan doa agar dijauhkan dari mara bahaya.

Pihaknya menambahkan, acara seperti ini sekaligus melestarikan adat dan tradisi sebagai masyarakat Jawa. Agar, masyarakat desa tidak tercerabut dari akar kebudayaannya. (fan)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #pascapanen #Majapahit #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #trawas #dawarblandong #pacet #kerajaan majapahit #tolak bala #Kota Mojokerto #wayangan #mojokerto #punden #soekarno #trowulan #onde-onde