Gisan, tokoh masyarakat setempat mengatakan, acara wayangan ini rutin digelar setiap tahun pascapanen tiba. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang maha Esa atas limpahan berkat rezeki yang diterima sekaligus permohonan doa agar dijauhkan dari mara bahaya.
Pihaknya menambahkan, acara seperti ini sekaligus melestarikan adat dan tradisi sebagai masyarakat Jawa. Agar, masyarakat desa tidak tercerabut dari akar kebudayaannya. (fan)
Editor : Fendy Hermansyah