Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sumur Era Majapahit, Beda Jenis Beda Fungsi

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 11 November 2023 | 17:50 WIB

PENINGGALAN SEJARAH: Sumur tua sebagai sumber air zaman Kerajaan Majapahit ditemukan di sejumlah tempat di Kabupaten Mojokerto.
PENINGGALAN SEJARAH: Sumur tua sebagai sumber air zaman Kerajaan Majapahit ditemukan di sejumlah tempat di Kabupaten Mojokerto.
BANGUNAN sumur pada masa Kerajaan Majapahit terbagi menjadi dua fungsi. Yakni, sumur untuk kebutuhan sehari-hari di permukiman dan sumur untuk kebutuhan ibadah di candi-candi. Bentuk dua jenis sumur itu berbeda. 

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Jatim Edi Triharyantoro menjelaskan, keberadaan sumur membuktikan kesadaran sanitasi dan kebersihan menjadi perhatian masyarakat Majapahit.

Pada umumnya, berdasarkan temuan-temuan peneliti, sumur tersebut terbagi dalam dua bentuk. ’’Ada yang di permukiman dan ada di area candi,’’ terangnya. 

Sumur di permukiman digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan membersihkan diri. Sumur gali ini berbentuk bulat dengan kedalaman beberapa meter.

Dinding sumur menggunakan terakota yang disebut jobong berbentuk melingkar. Bentuk jobong saat ini dapat dilihat di Museum Pusat Informasi Majapahit (PIM), Trowulan.

PERLU DITELITI: Situs Sumur Gantung di Desa Berat Wetan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
PERLU DITELITI: Situs Sumur Gantung di Desa Berat Wetan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

Di sana, terdapat 30 jobong yang ditemukan di area Trowulan, Kutorejo, hingga Surabaya. 

Selain untuk kebutuhan domestik, keberadaan sumur juga berfungsi untuk kebutuhan ibadah. Sumur di area candi ini berbentuk kotak.

’’Sumur untuk bersuci sebelum ibadah ini menggunakan bata kotak,’’ terang warga Jalan Raya Ijen, Kota Mojokerto, itu.

Pengetahuan tentang sumber air ini, katanya, berkaitan erat dengan kebutuhan pertanian saat itu.

Majapahit memang dikenal maju di dunia pertanian dan pengelolaan air melalui pembangunan kanal dan waduk. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #sumur #mojokerto