SEJALAN dengan perkembangan layanan, kantor pos kemudian meningkat menjadi Post en Telegraaf Mojokerto. Gedung induk ini membawahi sejumlah kantor pos pembantu yang berada di tiap kawedanan.
Ayuhanafiq menyebutkan, Kantor Pos Mojokerto mengalami transformasi layanan yang tidak lagi terbatas pada surat dan barang. Namun, juga dikembangkan dengan menyediakan layanan telegraf hingga layanan telepon. ”Layanan tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas perkantoran saat itu,” urainya.
Kantor pos dengan fungsi yang semakin luas itu kemudian dikenal sebagai PTT, yakni akronim dari pos, telegraf, dan telepon. Selain layanan, Post en Telegraaf Mojokerto juga mengembangkan kantor pos pembantu masing-masing di Kantor Pos Mojosari serta Kantor Pos Pugeran. ”Kedua kantor ini statusnya pada masa lalu adalah kantor pos kawedanan,” imbuhnya.
Di samping itu, jaringan Kantor Pos dan Telegraf merambah ke kawasan industri. Di antaranya menjangkau Pabrik Yodium Watudakon, Jombang hingga Pabrik Gula Balongbendo, Sidoarjo. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto