Kantor Pos dan Telegraf Mojokerto Membawahi Kawedanan Mojosari, Jangkau Pabrik Gula dan Yodium

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 07:55 WIB
KOTAK SURAT: Bis surat peninggalan masa kolonial yang berada di depan Kantor Pos Mojokerto. Dahulu, masyarakat menggunakan sarana ini untuk mengirimkan surat atau kartu pos. (Rizal/JPRM)
KOTAK SURAT: Bis surat peninggalan masa kolonial yang berada di depan Kantor Pos Mojokerto. Dahulu, masyarakat menggunakan sarana ini untuk mengirimkan surat atau kartu pos. (Rizal/JPRM)

SEJALAN dengan perkembangan layanan, kantor pos kemudian meningkat menjadi Post en Telegraaf Mojokerto. Gedung induk ini membawahi sejumlah kantor pos pembantu yang berada di tiap kawedanan.

Ayuhanafiq menyebutkan, Kantor Pos Mojokerto mengalami transformasi layanan yang tidak lagi terbatas pada surat dan barang. Namun, juga dikembangkan dengan menyediakan layanan telegraf hingga layanan telepon. ”Layanan tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas perkantoran saat itu,” urainya.

Kantor pos dengan fungsi yang semakin luas itu kemudian dikenal sebagai PTT, yakni akronim dari pos, telegraf, dan telepon. Selain layanan, Post en Telegraaf Mojokerto juga mengembangkan kantor pos pembantu masing-masing di Kantor Pos Mojosari serta Kantor Pos Pugeran. ”Kedua kantor ini statusnya pada masa lalu adalah kantor pos kawedanan,” imbuhnya.

Di samping itu, jaringan Kantor Pos dan Telegraf merambah ke kawasan industri. Di antaranya menjangkau Pabrik Yodium Watudakon, Jombang hingga Pabrik Gula Balongbendo, Sidoarjo. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pabrik yodium kantor pos mojokerto telegraf mojokerto kawedanan mojosari kantor pos