Situs Sumur Upas, Ditemukan Enam Lapisan Peradaban

Moch. Chariris • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 10:58 WIB

 

TITIK NOL KERAJAAN: Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau Situs Sumur Upas-Candi Kedaton, Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/9).
TITIK NOL KERAJAAN: Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau Situs Sumur Upas-Candi Kedaton, Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/9).

SEMENTARA itu, Situs Sumur Upas-Candi Kedaton di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan diyakini telah ditinggali jauh sebelum masa Kerajaan Majapahit. Penggalian tanah atau ekskavasi yang dilakukan peneliti menunjukkan setidaknya terdapat enam lapisan peradaban bangsa di kawasan titik nol Majapahit tersebut. 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan, Situs Sumur Upas sebagaimana situs-situs lain di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan bukan sekadar kumpulan bangunan kuno. 

Melainkan sebuah kawasan perkotaan yang menunjukkan majunya peradaban Majapahit. Hal itu terlihat dari candi, gapura, permukiman, berbagai artefak, hingga waduk, kolam, dan jaringan kanal kuno yang membentang puluhan kilometer. 

Khusus kawasan Situs Sentonorejo yang antara lain meliputi Sumur Upas-Candi Kedaton, ditemukan jejak peradaban dari masa ke masa. ”Di situs Sumur Upas Sentonorejo ini ditemukan enam lapisan peradaban di dalam tanah yang membuktikan tempat ini telah digunakan secara berkelanjutan dari waktu ke waktu,” kata Fadli Zon.

Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PRAPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yusmaini Eriawati menyatakan, penelitian terhadap sejumlah situs kuno di Trowulan menunjukkan adanya sisa peradaban dari masa jauh sebelum era Majapahit. 

Di Candi Brahu, Desa Bejijong, misalnya, peneliti menemukan adanya keramik dan prasasti Empu Sindok dari abad ke-10 atau masa Mataram Kuno. Selain itu, di area tersebut juga ditemukan artefak dari masa Kerajaan Singasari abad ke-13 dan Majapahit. 

”Jadi tempat itu digunakan berkali-kali sampai sudah seribu tahun lamanya,” tuturnya dalam Webinar Forum Kebhinnekaan Seri #37 bertajuk Wawasan Baru di Metropolitan Majapahit, Selasa (15/7). 

Petunjuk bekas permukiman kuno juga ditemukan dari penggalian di Situs Grogol, Dusun Grogol, Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo. Di situs yang diyakini sebagai sisa permukiman kaum bangsawan ini, peneliti penemukan struktur lapisan (layer) keramik dari tiga zaman di bawah tanah. 

Yakni paling bawah dari abad ke-10 yang bertumpuk dengan keramik khas abad ke-11 dan 12 serta paling atas keramik dari era Majapahit. ”Itu memberi keyakinan Situs Trowulan sudah dihuni jauh-jauh sebelum Majapahit,” imbuh Wati, panggilan karib Yusmaini. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pusat majapahit lapisan peradaban situs sumur upas