Konektivitas Perdagangan Nusantara Kuno, Serikat Dagang India Aktif di Nusantara

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 23:23 WIB
KUNO: Aneka benda berbahan keramik dari Cina di masa Kerajaan Majapahit koleksi Museum Majapahit, Trowulan. (Adi/JPRM)
KUNO: Aneka benda berbahan keramik dari Cina di masa Kerajaan Majapahit koleksi Museum Majapahit, Trowulan. (Adi/JPRM)

MASIFNYA perdagangan lintas benua di Nusantara tak lepas dari keberadaan serikat pedagang India yang beraktivitas di Nusantara. Kelompok saudagar ini aktif berkegiatan pada abad ke-10 sampai 13 Masehi dan dikukuhkan melalui prasasti. 

”Di India ada kelompok dagang yang didominasi para pedagang dari Asia Barat, seperti orang Arab, Persia, dan Yahudi,” kata Ery. Dalam bahasa India, kelompk ini bernama Anjuvannam. Oleh masyarakat Jawa, ditulis menjadi Hunjanam atau Hunjeman. Serikat dagang ini mulai aktif di Nusantara sejak abad ke-10 berdasarkan catatan prasasti Taji Gunung atau Timbangan Wungkal. 

Ery melanjutkan, dalam prasasti lainnya, yakni Sugih Manek, ada sebutan Tuha Hunjaman yang berarti sosok pemimpin dari para pedagang dalam serikat tersebut. ”Kemudian pada abad ke-13 juga ada bukti lagi dari prasasti Visakapatnam yang menyebut Anjuvannam Pasay. Menariknya Pasai ini kita tahu adalah nama lokasi di Aceh. Jadi tampaknya benar Islamisasi di kawasan Pasai berkaitan langsung dengan masuknya para pedagang Islam dari kawasan India,” jelasnya. 

Tak hanya itu, di Nusantara pada abad ke-11 juga muncul kelompok pedagang bernama Ayyavole. Keberadaan mereka dikukuhkan dalam prasasti Lobu Tua, Barus. ”Dan prasasti Neusu di Banda Aceh juga menjadi bukti serikat niaga ini,” tandasnya. (adi/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
perdagangan kuno konektivitas perdagangan sejarah majapahit