TEMUAN sumur di Situs Nglinguk Wetan menjadi bukti kawasan tersebut merupakan bekas permukiman. Mengingat biaya pembuatan sumur tidak murah, area yang dilengkapi sumur hampir pasti adalah tempat tinggal kalangan menengah ke atas.
Peneliti PRAPS BRIN Yusmaini Eriawati mengatakan, sumur kuno yang saat ini terlihat di permukaan dulunya terkubur di dalam tanah. Pasalnya, muka tanah pada masa sekarang telah mengalami penurunan sekitar 4 meter dibanding zaman Majapahit. ”Dengan kata lain muka tanah yang ”asli” dari masa Majapahit telah hilang setinggi rata-rata 4 meter,” ujarnya.
Di atas permukaan tanah yang hilang itu, dulu berdiri rumah-rumah hunian yang dilengkapi sumur sebagai sarana sumber air bersih. Interpretasi bekas area permukiman kuno dengan sumur sebagai bagian dari kawasan hunian diperkuat berbagai hasil temuan artefaktual. ”Dan, tampaknya ada sumur yang dibuat dengan beda waktu dan beda penghuni rumah,” imbuh Yusmaini.
Menurutnya, biaya pembuatan sumur di masa silam tidak murah. Untuk membuat sebuah sumur dibutuhkan biaya berupa finansial dan tenaga yang besar. Karena itu, besar kemungkinan hanya kompleks permukiman orang beradalah yang memiliki sumur.
”Melihat bahwa pembuatan sumur memerlukan ”biaya” baik tenaga maupun finansial yang tidak sedikit, memberikan gambaran bahwa area permukiman dengan tempat tinggal atau hunian di area tersebut masuk ke dalam area permukiman kelas menengah ke atas,” tuturnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto