Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Temuan Ekskavasi di Situs Sentonorejo, Mojokerto, Diduga Berasal dari Tiga Lapis Era Kebudayaan

Sofan Kurniawan • Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:02 WIB
INVENTARISASI: Petugas ekskavasi BP Kebudayaan Jawa Timur menata dan menginventarisasi aneka temuan hasil ekskavasi di Situs Sentonorejo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kemarin (3/7). (Sofan Kurniawan/JPRM)
INVENTARISASI: Petugas ekskavasi BP Kebudayaan Jawa Timur menata dan menginventarisasi aneka temuan hasil ekskavasi di Situs Sentonorejo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kemarin (3/7). (Sofan Kurniawan/JPRM)

’’Di lokasi ekskavasi ini dimungkinkan ada tiga lapis budaya yang berbeda era. Namun, ini masih dalam tahap penelitian secara lebih lanjut dan belum menjadi hasil akhir,’’

Muhammad Ikhwan

Arkeolog Badan Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur-     

-         Terindikasi Bekas Permukiman Bangsawan Majapahit

TROWULAN - Petugas Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur mulai mencuci dan mendata ratusan fragmen benda purbakala hasil ekskavasi di Situs Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/7). Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi lebih detail struktur dan fungsi temuan di kawasan yang diduga kuat sebagai pemukiman elit peninggalan kerajaan Majapahit tersebut.

Arkeolog Badan Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur, Muhammad Ikhwan, menjelaskan seluruh temuan yang dievakuasi dari situs saat ini didominasi oleh pecahan atau serpihan benda kuno. ’’Hasil temuan ekskavasi tersebut sangat beragam. Mulai dari pecahan guci merkuri, kendi, hingga gerabah yang berfungsi sebagai perabotan rumah tangga,’’ ujar Ikhwan di lokasi.

Berdasarkan analisis sementara di lapangan, tim arkeolog menemukan indikasi adanya tumpang tindih periodisasi sejarah di lokasi tersebut. Struktur tanah dan letak artefak menunjukkan tanda-tanda hunian dari beberapa zaman yang berbeda. ’’Di lokasi ekskavasi ini dimungkinkan ada tiga lapis budaya yang berbeda era. Namun, ini masih dalam tahap penelitian secara lebih lanjut dan belum menjadi hasil akhir,’’ imbuh Ikhwan.

Proses ekskavasi di Situs Sentonorejo sendiri sudah berlangsung sejak 24 Juni lalu dan dijadwalkan selesai pada 8 Juli mendatang. Meski baru separuh jalan, tim BPK Jatim telah mengantongi gambaran mengenai fungsi kawasan ini di masa lampau. Mengingat Trowulan merupakan pusat pemerintahan dan ibu kota Kerajaan Majapahit, karakteristik temuan di Sentonorejo memperkuat dugaan tata ruang kota masa lalu.

Dari hasil data sementara, para ahli memastikan Situs Sentonorejo dulunya merupakan kawasan permukiman elit yang dihuni oleh para bangsawan atau pejabat tinggi kerajaan. (fan/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#ekskavasi situs sentonorejo #situs sentonorejo #Situs Majapahit #peninggalan majapahit #situs trowulan