GAYA arsitektur Nusantara, khususnya yang berkembang di Pulau Jawa, diyakini merupakan warisan Kerajaan Majapahit. Bangunan rumah tapak dengan genting dan batu bata disebut muncul pada masa kerajaan yang menurut penelitian berpusat di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, tersebut.
’’Majapahit menjadi awal perkembangan kebudayaan di Indonesia, seperti bangunan rumah yang bentuknya bisa ditemukan sampai saat ini,’’ kata Fahmi Prihantoro, pengajar arkeologi di UGM dalam webinar yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur.
Menurutnya, bentuk rumah yang berdiri langsung di atas tanah atau bangunan tapak baru muncul di Jawa pada era Majapahit. Model bangunan itu dipengaruhi kebudayaan Tionghoa. Adapun gaya bangunan pada masa sebelumnya hingga masa awal Majapahit berupa rumah panggung.
’’Di relief-relief candi di Jawa Tengah, rumah-rumah berupa rumah panggung, tapi kemudian pada masa Majapahit bisa dilihat bahwa rumah-rumah dibangun di atas tanah. Ini satu hal yang didapatkan dari pengaruh Cina,’’ terangnya.
Selain itu, penggunaan genting untuk atap rumah yang menggeser ijuk atau jerami juga dipopulerkan pada masa Majapahit. Genting yang dibuat dari tanah liat muncul sejak masa akhir kerajaan tersebut. ’’Ini sebenarnya hal baru yang muncul pada masa Majapahit yang itu cukup banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa,” tandas Fahmi. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah