SEMENTARA itu, makin tingginya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi membuat keberadaan sekolah menengah kian berkembang pesat. Tak hanya dari pemerintah, sejumlah SMP swasta juga berdiri untuk menampung lulusan SD.
Ayuhanafiq memaparkan, dalam buku Pantja Warsa Kota Ketjil Modjokerto terbitan tahun 1954, terdapat sejumlah sekolah lanjutan pertama yang berdiri di Kota Mojokerto. Selaian SMP negeri, setidaknya juga telah berdiri tiga lembaga setingkat yang berstatus sekolah swasta.
Masing-masing SMP Udhaja, SMP Muhammadiyah, dan SMP Islam yang berada di Jalan Brawijaya yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama (NU). ’’Guna menampung animo masyarakat yang tinggi, Djawatan Pendidikan juga menambah sekolah negeri,’’ ulasnya.
Di antaranya dengan menempati sebuah gedung di Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Sekolah yang disiapkan untuk mencetak siswa yang siap masuk dunia kerja ini dinamakan Sekolah Teknik Negeri (STN).
Tak hanya itu, bekas gedung Europeesche Lagere School (ELS) yang berada di depan Kantor Bupati Mojokerto di Jalan A. Yani juga diubah menjadi SMPN 2 Mojokerto. ’’Menyusul berikutnya sejumlah lembaga pendidikan swasta juga turut mendirikan sekolah lanjutan tingkat pertama,’’ imbuhnya.
Antara lain sekolah Hua Chiao Tsing Nien Hui (HCTNH) atau kini dikenal sebagai SMP Taruna Nusa Harapan (TNH), kemudian SMP Tamansiswa, dan juga SMP Katolik Mojokerto yang diresmikan pada Februari 1957. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah