TROWULAN - Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur bakal kembali melakukan ekskavasi di Situs Umpak Sentonorejo. Penggalian arkeologis ini dilakukan untuk melacak sebaran struktur pada situs yang diduga sebagai kompleks hunian bangsawan Majapahit tersebut.
Hal ini seiring dengan temuan signifikan hasil ekskavasi penyelamatan sebelumnya yang rampung dilakukan selama 12 hari pada tahun 2025. Situs purbakala yang berada di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan tersebut didapati sejumlah temuan.
Baik artefak keramik dan gerabah hingga struktur kanal yang mengelilingi sektor umpak yang mengindikasikan sebelumnya berdiri bangunan kompleks. ’’Untuk tahun ini ekskavasi memang kami jadwalkan dilakukan di Sentonorejo selain di Klinterejo,’’ ujar Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Heryani, kemarin (12/6).
Nantinya, tim arkeolog bakal meneruskan ekskavasi yang dilakukan tahun lalu tersebut. Banyaknya temuan arkeologis penting di Situs Umpak Sentonorejo melengkapi khazanah Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan. Situs yang identik dengan struktur umpaaknya ini pun ditengarai sebagai kompleks hunian bangsawan di dalam Keraton Majapahit.
Secara toponimi, istana Majapahit diperkirakan berada di sekitar situs Sentonorejo. Sentono memiliki arti bangsawan sedangkan candi kedaton bermakna keraton. Sehingga ekskavasi lanjutan yang segera digelar ini diharapkan mampu melengkapi data arkeologis dalam upaya penyelamatan cagar budaya Situs Umpak Sentonorejo.
Seperti diketahui, BP Kebudayaan Jatim terlebih dahulu melakukan ekskavasi selama 9 hari di Situs Klinterejo pada 18-26 Mei lalu. Selain merunut struktur pagar sisi selatan, tim arkeolog menemukan dua pilar sekaligus sudut timur laut pagar keliling candi yang didirikan era Raja Hayam Wuruk tersebut. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah