Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kompleks Monumen Penghormatan Tribhuwana Tunggadewi

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 6 Juni 2026 | 04:04 WIB
EKSKAVASI: Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur merampungkan ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan arkeologis tersebut berlangsung sejak 18 Mei lalu dan resmi berakhir, kemarin (26/5). (Sofan JPRM)
EKSKAVASI: Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur merampungkan ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan arkeologis tersebut berlangsung sejak 18 Mei lalu dan resmi berakhir, kemarin (26/5). (Sofan JPRM)

SITUS Bhre Kahuripan yang juga dikenal dengan nama Situs Klinterejo diyakini sebagai kompleks candi dan pendarmaan alias monumen penghormatan untuk Tribhuwana Tunggadewi.

BP Kebudayaan Jatim menyatakan, lokasi pendarmaan Tribhuwana sebagaimana tertuang dalam Kitab Pararaton, berada di Panggih. Bangunan suci ini biasanya didirikan 12 tahun setelah kematian tokoh yang bersangkutan.

Saat ini, daerah dengan nama Panggih merupakan desa yang terletak di sebelah barat Desa Klinterejo. ”Diperkirakan pada masa lampau lokasi Situs Bhre Kahuripan juga masuk ke dalam wilayah administratif Panggih,” tulis BP Kebudayaan Jatim di laman Kementerian Kebudayaan. 

Memiliki total luas area mencapai 728 meter persegi dengan pagar keliling berukuran besar, situs ini berisi yoni dan sebuah bangunan yang diduga sebagai candi. Struktur tersebut berbuat dari batu andesit dengan sistem susunan bertumpuk. Selain itu, terdapat objek lain berupa arca atau stela berukuran cukup besar, blok batu, serta 17 umpak. 

Dalam beberapa kegiatan ekskavasi, sejumlah fragmen genting bercampur dengan koin kuno, ukel atau hiasan ujung atap, bubungan atap, periuk, kendi, dan jambangan kecil berbahan tembikar dan keramik. Temuan gerabah perabotan rumah itu mengindikasikan adanya bekas permukiman di area situs tersebut. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#situs kerajaan #Situs Majapahit #Tribhuwana Tunggadewi #situs bhre kahuripan