Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Teknologi Konstruksi Situs Bhre Kahuripan, Bangunan Megah dengan Pagar Berpilar

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 6 Juni 2026 | 03:03 WIB

 

HASIL PENGGALIAN: Ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menunjukkan struktur pagar keliling dengan pilar-pilar besar. (dok Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur for JPRM)
HASIL PENGGALIAN: Ekskavasi di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menunjukkan struktur pagar keliling dengan pilar-pilar besar. (dok Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur for JPRM)

 

PENGGALIAN di Situs Bhre Kahuripan, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir kian mengungkap kemegahan bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut. Berbagai temuan arkelologis seperti struktur pagar tembok keliling yang memiliki pilar-pilar besar mencerminkan kemajuan teknologi konstruksi di zaman itu. 

Pagar Situs Bhre Kahuripan terbuat dari susunan batu bata. Jika dibandingkan dengan bangunan sekarang, ukuran pagar kuno ini termasuk besar. Lebarnya saja lebih dari satu meter dan panjangnya mencapai ratusan meter yang mengelilingi area situs. ”Berdasarkan hasil ekskavasi, selain pagar memanjang juga ada pilar,” kata Kepala Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Heryani saat melakukan visitasi Ekskavasi Penyelamatan Situs 2026 pada Jumat (22/5). 

Di sepanjang strktur pagar, terdapat sejumlah pilar. Jaraknya terentang pada interval tertentu. Berdasarkan jejaknya, pilar ini memiliki ukuran rata-rata 3,5 meter persegi. Dengan demikian, setidaknya bangunan pilar menonjol sekitar satu meter di kedua sisi pagar.

”Dari hasil test pit di bawah jalan aspal Desa Klinterejo, konstruksi pagar dan pilar ditemukan cukup dangkal kurang lebih 60 sentimeter (cm) di bawah permukaan jalan. Dari penggalian ini terlihat sembilan lapis batu bata, tentu ini masih berlanjut sampai bawah,” imbuh arkeolog BP Kebudayaan Jatim Muhammad Ichwan. 

Kendati demikian, para arkeolog belum dapat menyimpulkan seberapa tinggi pagar dan pilar yang mengelilingi situs tersebut. Namun, temuan ini kian melengkapi gambaran kemegahan kompleks candi tersebut. Di Situs Bhre Kahuripan terdapat yoni berukuran cukup besar dengan panjang 191 cm, lebar 184 cm, dan tinggi 121 cm. Temuan utama ini sekaligus membuat Situs Bhre Kahuripan memiliki sebutan lain Situs Yoni Klinterejo. 

Pada salah satu sisi yoni terdapat cerat yang disangga dengan pahatan bermotif naga. Nuansa seni arsitektur juga tampak dari badan yoni yang dihiasi dengan pahatan pola geometris, sulur, dan daun lotus. Di sisi lainnya, terdapat bingkai kecil berisi pahatan angka Jawa kuno 1294 Saka atau 1374 Masehi. ”Tahun ini cocok dengan wafatnya ibunda Raja Hayam Wuruk, Tribhuwana Tunggadewi atau Bhre Kahuripan yang termuat dalam Kitab Pararaton,” tulis BP Kebudayaan Jatim di situs Kementerian Kebudayaan. (adi/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#situs istana majapahit #Situs Majapahit #situs bhre kahuripan #teknologi konstruksi