Pada masa revolusi, lahir kelompok pejuang yang dinamakan Regu Tobah. Barisan gerilyawan ini merupakan pasukan khusus yang dibentuk Laskar Hizbullah untuk merebut kembali wilayah Mojokerto dari tangan Belanda.
SEJARAWAN Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, terbentuknya Regu Tobah bermula saat tentara Belanda kembali menduduki wilayah Mojokerto pada Maret 1947. Laskar Hizbullah melakukan perlawanan dengan menyusun strategi untuk mempertahankan kemerdekaan RI. ’’Laskar Hizbullah kemudian membentuk pasukan gerilya,’’ ungkapnya.
Kesatuan pejuang dari kalangan santri ini membentuk sebuah unit tempur kecil yang beranggotakan 10 orang. Kelompok yang bernama Regu Tobah ini merupakan pasukan khusus yang memiliki keahlian sebagai gerilyawan.
’’Unit tempur ini berisikan orang-orang pilihan dari gabungan anggota Hizbullah yang memiliki pengalaman dalam pertarungan bersenjata,’’ papar pria yang akrab disapa Yuhan ini.
Terbentuknya Regu Tobah juga tidak lepas dari peran Kiai Achyat Chalimy. Sosok pemimpin Laskar Hizbullah inilah yang menginisasi perlawanan atas kembalinya penjajah di Mojokerto.
Ulama yang dikenal dengan Abah Yat ini kemudian menunjuk seorang anggota bernama Ichwan untuk menjadi komandan Regu Tobah. Rumah dari pejuang yang bertempat tinggal di Dusun Daleman, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto sekaligus dijadikan sebagai markas. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah