Jejak Perjuangan Regu Tobah, Lancarkan Serangan ke Pertahanan Lawan

Rizal Amrulloh • Dipublikasikan Kamis, 4 Juni 2026 | 17:00 WIB
PEJUANG: Ichwan, anggota Laskar Hizbullah yang juga pemimpin Regu Tobah, pasukan gerilya yang melakukan penyerangan saat Belanda kembali menduduki wilayah Mojokerto.
PEJUANG: Ichwan, anggota Laskar Hizbullah yang juga pemimpin Regu Tobah, pasukan gerilya yang melakukan penyerangan saat Belanda kembali menduduki wilayah Mojokerto.

 

SEMENTARA itu, pada 1948, Regu Tobah mulai menebar ancaman terhadap Belanda yang menguasai Kota Mojokerto. Pasukan gerilya mengganggu keamanan dengan cara menyelinap dan menghilang dalam sekejap.

Ayuhanafiq menuturkan, serangan dilakukan dengan cara penyamaran. Di antaranya yang dilakukan oleh Ichwan yang mampu masuk ke wilayah musuh dengan cara berdagang. Berbekal keranjang buah dan sayur, pemimpin Regu Tobah ini berhasil melakukan penyerangan ke pos pertahanan Belanda yang berada di Gatoel. ’’Pos keamanan berhasil diledakkan dengan granat,’’ paparnya.

Dikatakannya, hal serupa juga dilakukan oleh gerilyawan yang berpakaian sipil. Serangan mendadak tersebut tak sekadar membawa teror, tapi juga berhasil membuat beberapa tentara Belanda tumbang.

Namun, sebut Yuhan, aksi heroik Regu Tobah memantik terjadinya kontak senjata. Pertempuran jarak dekat yang tak seimbang itu akhirnya memaksa para pejuang terpukul mundur. ’’Karena jumlah pejuang yang melakukan gerilya hanya sekitar tujuh orang,’’ ulasnya.

Pejuang Regu Tobah akhirnya meninggalkan Kota Mojokerto untuk kembali menuju markas. Untuk mencari perlindungan, mereka kemudian bergabung ke barisan pejuang yang berada di permatasan Mojokerto-Jombang. ’’Karena ada anggota yang terluka akibat tertembus peluru dan perlu mendapatkan perawatan,’’ pungkasnya. (ram/fen)

 

Editor : Imron Arlado
Sumber : Radar Mojokerto
regu tobah laskar hizbullah mojokerto Jejak Perjuangan Regu Tobah