SOOKO - Ekskavasi lanjutan selama 9 hari di kompleks Situs Klinterejo, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko rampung pada 26 Mei lalu. Hasil penelusuran arkeologis yang fokus pada pagar keliling selatan dan test pit di jalan aspal ini disiapkan untuk dijadikan bahan pemugaran di tahun depan.
’’Nanti hasil ekskavasi ini akan diolah dan kemudian nanti bisa dikakukan pemugaran untuk tahap selanjutnya,’’ sebut Kepala Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Heryani, Selasa (2/6). Dari ekskavasi yang berlangsung kurun 18-26 Mei tersebut didapati dua pilar pagar keliling serupa.
Hasil test pit di jalan aspal sisi timur situs, ditemukan struktur bata kuno berdimensi 3,3 meter yang ditengarai sebagai pilar sekaligus sudut pagar keliling sisi timur laut. Temuan serupa didapati tim arkeolog saat melanjutkan ekskavasi pagar keliling sisi selatan.
Kini, pagar selatan dengan panjang lebih dari 25 meter telah ditampakkan tim arkeolog BP Kebudayaan Jatim. Posisi pagar selatan sejajar dengan pagar sisi utara. Kedua sisi jaraknya sama, sekitar 90 meter dari candi utama. ’’Data hasil ekskavasi ini nanti akan kita gunakan untuk pemugaran tahun depan,’’ tandas Endah.
Pemugaran pada situs berangka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi dimulai sejak Mei lalu. Pemugaran tahap awal fokus pada pagar sisi utara dengan panjang sekitar 183 meter berikut tiga pilar berdimensi sekitar 3,9 meter. Rekonstruksi bangunan suci peninggalan raja keempat Majapahit, Hayam Wuruk, ini berlangsung selama delapan bulan. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah