Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Banyak Dipakai Oleh Muslimah di Berbagai Dunia, Dari Mana Asal Mukena?

Imron Arlado • Senin, 1 Juni 2026 | 20:53 WIB
Ilustrasi perempuan Muslim memakai mukena sebagai perlengkapan salat. (Sumber: Fauziana/Pinterest)
Ilustrasi perempuan Muslim memakai mukena sebagai perlengkapan salat. (Sumber: Fauziana/Pinterest)

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Jika kita memperhatikan muslimah di berbagai negara saat menunaikan salat, kita akan menemukan pemandangan yang berbeda dengan yang lazim di Indonesia. Sebagian besar dari mereka tidak mengenakan mukena seperti yang umum dipakai muslimah Indonesia.

Fakta ini sering memunculkan pertanyaan: apakah mukena memang hanya digunakan di Indonesia? Jika demikian, dari mana sebenarnya asal-usul mukena dan bagaimana pakaian ini bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ibadah muslimah Nusantara?

Sejatinya syarat utama yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan salat adalah menutup aurat. Dikutip dari jabar.kemenag.go.id, K. Samsudin, Penyuluh Agama Islam KUA Luragung, menuturkan bahwa aurat laki-laki saat salat mencakup area antara pusar dan lutut, sementara aurat perempuan adalah seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan.

Baca Juga: Ingin Bibir Sehat Sepanjang Hari? Wajib Tahu 5 Cara Perawatan Ini

Dengan demikian, penggunaan mukena seperti yang lazim di Indonesia sebenarnya bukan merupakan kewajiban khusus dalam syariat Islam. Yang terpenting dalam pelaksanaan salat adalah terpenuhinya syarat menutup aurat secara sempurna sesuai ketentuan agama.

Oleh sebab itu, muslimah di berbagai belahan dunia dapat melaksanakan salat dengan beragam jenis pakaian, selama pakaian tersebut menutup aurat dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Mukena merupakan pakaian khusus untuk salat yang berkembang di Indonesia dan tidak banyak ditemukan di negara-negara Muslim lainnya. Dilansir dari berbagai sumber, menyebut bahwa busana ini mulai diperkenalkan oleh Wali Songo saat menyebarkan Islam di Tanah Jawa.

Baca Juga: Toy Story 5 Siap Tayang Juni 2026, Woody dan Buzz Kembali Hadapi “Musuh” Baru

Pada masa sebelum Islam berkembang di Nusantara, pakaian sehari-hari perempuan Jawa umumnya adalah kemben. Busana tersebut dianggap belum memenuhi ketentuan menutup aurat dalam Islam, terutama saat melaksanakan salat.

Karena itu, para wali mengajarkan penggunaan mukena, yang pada saat itu mukena berbentuk pakaian panjang berwarna putih yang menutup hampir seluruh bagian tubuh, mulai dari kepala hingga mata kaki. Pemakaian busana tambahan ini dapat digunakan saat beribadah saja.

Dengan adanya mukena, hal ini menjadi bentuk penyesuaian antara ajaran Islam dan budaya lokal. Melalui cara ini, masyarakat tidak dipaksa meninggalkan tradisi berpakaian mereka secara langsung, tetapi tetap dapat memenuhi syariat saat salat.

Kini mukena tidak lagi hanya dibuat sendiri untuk keperluan ibadah, tetapi juga menjadi komoditas yang diperjualbelikan secara luas. Saat ini mukena hadir dalam berbagai desain, warna, dan bahan yang semakin beragam. Meski demikian, fungsi utamanya tetap sama, yakni membantu muslimah menutup aurat saat menunaikan salat. ASIKHA

Editor : Imron Arlado
#salat #beribadah #sejarah #mukena #wali songo